Contoh Dongeng untuk Anak - Anak

Contoh dongeng untuk anak - anak - Dongeng adalah cerita yang mengandung nilai - nilai moral di dalamnya. Karena itu, dongeng sejak jaman dahulu telah digunakan oleh para orang tua untuk menanamkan nilai - nilai baik kepada anak - anaknya. Selain itu, dongeng juga sering sekali digunakan untuk pengantar tidur bagi anak - anak. 

Oleh karena itu, dongeng bermanfaat untuk mendekatkan hubungan orang tua dengan anak - anaknya. Di bawah ini adalah contoh dongeng yang bisa digunakan sebagai cerita pengantar tidur.   





Awan yang Serakah

Dongeng awan yang serakah
Pada jaman dahulu ada sebuah awan yang tumbuh di atas sebuah negeri yang sangat indah. Negeri itu dipenuhi dengan aneka raga kehidupan, seperti manusia, binatang dan tumbuhan. Mereka hidup dengan damai karena negeri itu sangatlah subur. Pada suatu hari, sang awan melihat awan lain yang jauh lebih besar dari dirinya di negeri seberang. Dia pun merasa iri karena tubuhnya tidak sebesar awan lain. Akhirnya dia memutuskan untuk membuat dirinya menjadi lebih besar. Untuk itu, dia terus menerus menyerap air yang ada di bawahnya dan menahan air yang ada di dalam dirinya agar tidak jatuh ke bawah. Akibat dari perbuatannya, negeri itu tidak pernah turun hujan lagi. 

Hari terus berganti, sang awan terus tumbuh menjadi awan yang besar. Namun, kenyataan yang pahit ada di bawahnya. Negeri yang indah itu semakin mengering. Sungai dan danau di tempat itu tidak lagi memiliki air, sehingga tanah di sekitarnya menjadi tandus. Akibatnya, manusia, hewan, dan tumbuhan yang ada di dalamnya menjadi kesusahan karena keadaan ini. Bahkan sebagian dari mereka ada yang mati karena kekeringan. Kejadian ini terus berlanjut, hingga akhirnya seluruh negeri menjadi gurun pasir yang luas. 

Melihat pemandangan di bawahnya, sang awan tidak peduli. Dia juga tidak menyadari bahwa dengan mengeringnya negeri itu, maka tidak ada lagi air yang bisa diserap olehnya. Jadi perlahan-lahan, air di dalam dirinya ikut menghilang. Akibatnya, sang awan mulai kehilangan bentuknya. Dia pun tidak bisa melakukan apa-apa untuk menghentikannya.

Semakin hari ukuran sang Awan semakin mengecil. Kini dirinya bahkan tidak lagi sebesar dahulu, lalu  dia pun akhirnya menyadari semua kesalahannya. Akibat dari keserakahan dan keegoisannya, semua kehidupan di negeri itu menghilang. Namun, meskipun dia menyesali perbuatannya, dia tidak bisa melakukan apa – apa lagi. Kini tubuhnya terus menerus menguap karena disengat oleh matahari dan lama kelamaan sang awan menghilang karena menguap seluruhnya. 
   




Burung Gagak dan Seekor Rubah

Di dalam hutan yang lebat, tinggallah seekor burung gagak. Pada suatu hari ia merasa sangat lapar karena sudah dua hari perutnya belum terisi oleh makanan. 

"Jika saya tidak mendapatkan makanan hari ini, pasti saya akan mati kelaparan,” kata burung gagak yang kelaparan. 

Maka terbanglah burung gagak itu. Dia mengitari seluruh penjuru hutan yang lebat dengan mata tertuju ke bawah. Dia terus menerus mencari sesuatu yang bisa dimakan. Setelah beberapa saat, matanya tertuju pada sepotong roti yang tergeletak di atas tanah. Dengan cepat burung gagak terbang menukik ke bawah dan menyambar roti dengan kakinya. Kemudian, burung gagak itu terbang menjauh dan hinggap di atas sebuah pohon.

Ketika burung gagak hendak memakan rotinya, ada seekor rubah yang juga kelaparan melintas dan melihat burung gagak yang sedang menggigit sepotong roti. Timbullah pikiran – pikiran licik di dalam otak sang rubah.

"Hmmm Yummy! Roti itu sepertinya lezat. Bagaimana caranya agar aku bisa mendapatkan sepotong roti itu,” pikir rubah. 

Rubah yang cukup pintar mencari cara untuk mendapatkan roti dari burung gagak. Tak perlu menunggu waktu lama bagi rubah, ia pun telah mendapatkan sebuah ide yang brilian. Dia lalu mendekati pohon itu dan  duduk di bawahnya. 

Gagak yang melihat gelagat rubah merasa curiga dan berpikir, "Sepertinya dia menginginkan roti milikku. Aku tidak akan membiarkannya mengambil roti ini,” lalu ia memegang rotinya dengan sangat erat.  

Rubah yang pintar mencoba  berbicara dengan burung gagak. Dia berkata, "Halo teman! Bagaimana kabar dirimu hari ini? " Tetapi burung gagak tidak menghiraukannya.

"Kamu adalah burung yang paling indah di hutan ini. Bahkan, kau juga terkenal karena kecantikan bulumu, "kata rubah, menyanjung burung gagak.

"Saya juga telah mendengar bahwa selain indah, kamu juga memiliki suara yang bagus. Bisakah kamu menyanyikan sebuah lagu untukku," pinta rubah. 

Burung gagak pun senang mendengar pujian dari rubah. Sekarang burung gagak mulai percaya dengan apa yang rubah katakan. 

"Rupanya rubah tahu juga tentang keindahan sejati. Aku akan menunjukkannya nyanyian yang terindah di seluruh hutan ini,” pikir gagak. 

Burung gagak yang bodoh terkena tipu muslihat rubah, lalu dia membuka mulutnya dan bernyanyi. Ketika dia bernyanyi, roti yang ada di mulutnya terjatuh. Melihat roti itu terjatuh, rubah dengan cepat membuka mulutnya dan menelan roti itu. Kemudian, rubah pun pergi meninggalkannya.  

Akhirnya burung gagak itu harus membayar kebodohannya dengan roti yang lezat itu. Dia hanya bisa melihat rubah meninggalkannya dengan perut yang kosong. 



Nilai - nilai moral

Cerita 1

Dongeng pertama mengajarkan kita untuk tidak egois dan serakah. Karena keserakahan dan keegoisan dapat merugikan orang lain dan diri sendiri.

Cerita 2

Dongeng yang kedua mengajarkan kepada kita untuk waspada dan tidak mudah terpengaruh atau terhasut oleh orang lain.



Demikianlah contoh dongeng untuk anak - anak kali ini, semoga artikel ini bisa menjadi referensi buat Anda. 


Contoh Dongeng untuk Anak - Anak | aria nugraha | 5