Kumpulan Contoh Paragraf Analogi dan Pengertiannya Lengkap

.
.
Kumpulan Contoh Paragraf Analogi dan Pengertiannya Lengkap - Paragraf Analogi adalah salah satu jenis paragraf yang dikembangkan dengan metode induksi. Atau dengan kata lain, paragraf analogi merupakan Paragraf Induktif, yaitu paragraf yang diawali dengan hal – hal khusus dan kemudian disimpulkan menjadi suatu hal yang umum.

Paragraf analogi sendiri merupakan paragraf yang gagasan utamanya disampaikan dengan cara membandingkan dua hal yang berbeda, tetapi memiliki banyak kesamaan. Kesamaan – kesamaan tersebut lah yang dijabarkan pada awal – awal paragraf. Kemudian, kesamaan – kesamaan tersebut ditarik menjadi satu buah kesimpulan umum. 


Ciri – ciri paragraf analogi


Paragraf analogi memiliki ciri – ciri sebagai berikut ini :

1. Membahas dua buah benda berbeda yang memiliki banyak kesamaan
2. Pada awal – awal paragraf menyajikan persamaan – persamaan kedua buah benda yang sedang dibahas
3. Memiliki kalimat utama yang terletak pada bagian akhir kalimat
4. Memiliki pola khusus – umum


Contoh – Contoh Paragraf Generalisasi


Contoh 1

Untuk mendaki sebuah gunung yang tinggi dibutuhkan persiapan – persiapan dan mental yang kuat agar sampai di atas dengan selamat. Hal ini dikarenakan akan banyak halangan dan rintangan yang akan menghadang di depan. Jika salah melangkah, bisa jadi kita malah akan terperosok dan jatuh ke jurang. Begitu juga dengan menggapai kesuksesan, untuk mencapai puncak kesuksesan juga dibutuhkan persiapan – persiapan matang dan mental yang kuat. Persiapan – persiapan itu diantaranya adalah ilmu, pengalaman dan keahlian khsusus. Jika kita tidak memiliki persiapan yang matang, maka kita akan mengalami hal yang sama dengan memanjat gunung yang tanpa persiapan, yakni kita bisa jatuh terperosok dan tidak akan sampai ke puncak kesuksesan. Oleh karena itu, mencapai kesuksesan sama halnya dengan mencapai puncak gunung, yaitu membutuhkan persiapan – persiapan dan mental yang kuat.


Contoh 2

Sebuah lidi yang hanya sebatang sangatlah mudah untuk dipatahkan. Namun, apabila lidi tersebut dikumpulkan menjadi banyak dan disatukan menjadi satu, maka pasti lidi tersebut akan sulit untuk dipatahkan. Hal ini juga terjadi dengan manusia. Jika manusia berjuang sendiri – sendiri, maka mereka akan sangat mudah untuk dipatahkan karena tidak adanya kekuatan lain yang mendukung. Namun, jika manusia – manusia tersebut dikumpulkan menjadi satu, seperti halnya dengan lidi, maka terciptalah sebuah kesatuan dan persatuan yang tidak akan mudah dikalahkan. Oleh sebab itu, manusia yang tidak memiliki persatuan akan sama seperti dengan sebatang lidi yang tidak disatukan. Mereka akan sangat mudah dipatahkan. 

Contoh 3

Merawat sebuah tanaman sangatlah sulit karena sangat membutuhkan perhatian yang khusus. Jika tanaman tersebut di tanam dengan penuh perhatian, seperti di siram setiap hari, diberi pupuk dan dijaga dari hama dan gulma, maka tanaman tersebut akan tumbuh dengan sangat subur. Sebaliknya, jika tanaman tersebut tidak dirawat, maka tanaman tersebut akan tumbuh dengan tidak subur bahkan akan mati. Prinsip merawat tanaman ini sama halnya dengan merawat anak, agar anak tumbuh menjadi anak yang baik baik budi maupun pekertinya harus dididik dengan benar. Selain itu mereka juga memerlukan kasih sayang dan perhatian yang besar ketika dalam masa pertumbuhan seperti pada merawat tumbuhan. Sebaliknya, jika anak – anak tidak di didik dengan baik, maka mereka akan tumbuh menjadi anak yang tidak baik pula. Oleh karena itu, untuk menciptakan seorang anak yang berbudi pekerti, sama dengan menumbuhkan tanaman yang subur, yaitu dengan perhatian khusus dan kasih sayang.

Contoh 4

Di dalam sebuah keluarga ada pembagian – pembagian peran khusus yang harus menjalankan fungsi dan tugasnya masing – masing. Contohnya ayah bertindak sebagai kepala keluarga, harus menjaga dan mengarahkan keluarganya, dan ibu sebagai pengurus keluarga harus mengurus semua anggota keluarga. Namun, fungsi keluarga tersebut tidak akan berjalan dengan efektif bila tidak adanya pengawasan dan dukungan dari anggota keluarga lainnya. Sistem tersebut sama halnya dengan menjalankan sebuah organisasi yang juga membutuhkan pembagian – pembagian peran. Selain harus bekerja sesuai dengan fungsi dan tugasnya masing – masing, peran – peran di dalam organisasi tersebut harus saling mendukung dan mengawasi agar suatu organisasi tersebut dapat berjalan dengan efektif. Oleh karena itu, menjalankan sebuah keluarga sama dengan menjalankan sebuah organisasi. 

Contoh 5 

Sebuah batu karang sangatlah kuat dan tidak akan mempan terhadap gangguan – gangguan kecil atau bahkan badai yang sangat besar. Mereka akan tetap berdiri kokoh. Sifat batu karang ini sama halnya dengan sifat lelaki sejati. Seorang lelaki sejati tidak akan takut menghadapi semua rintangan yang menghadapinya. Mereka tidak akan pernah berlari dan malah menantang rintangan – rintangan tersebut. Oleh sebab itu lelaki sejati dilambangkan dengan batu karang yang besar di tengah – tengah lautan luas.

Contoh 6

Tulang rusuk sangatlah rentan. Jika tulang rusuk yang bengkok diluruskan dengan kuat, maka mereka akan patah. Sebaliknya, jika mereka tidak diluruskan, maka mereka akan tetap bengkok. Sifat tulang rusuk yang rentan ini sama halnya dengan sifat wanita. Mereka adalah makhluk yang sangat rapuh. Jika mereka diperlakukan dengan kasar, mereka akan hancur atau bahkan melawan. Namun, jika tidak tegas menghadapinya, mereka akan rusak dan tidak akan patuh. Oleh karena itu, wanita diibaratkan sebagai sebatang tulang rusuk yang tidak bisa dikasari maupun dilembuti.   
Kumpulan Contoh Paragraf Analogi dan Pengertiannya Lengkap | aria nugraha | 5