Pengertian, Contoh, dan Jenis Paragraf Induktif Lengkap

.
.
Pengertian, Contoh, dan Jenis Paragraf Induktif Lengkap - Paragraf induktif adalah salah satu dari dua jenis paragraf yang di kembangkan berdasarkan pola pengembangnya, yaitu paragraf deduktif dan paragraf induktif. Paragraf induktif sendiri dikembangkan menjadi beberapa jenis paragraf lainnya, seperti paragraf analogi, generalisasi, sebab - akibat, akibat - sebab, dan lain - lain.

Namun, tahukah Anda apa pengertian, ciri, jenis, dan contoh dari paragraf induktif ? Berikut ini adalah pembahasan lengkap mengenai paragraf induktif.

Pengertian

Paragraf induktif adalah paragraf yang dikembangkan dengan pola induksi, yaitu pola yang dikembangkan dari khusus ke umum. Oleh karena itu, paragraf induktif adalah paragraf yang dikembangkan dengan menyajikan hal – hal khusus terlebih dahulu dan kemudian di arahkan ke dalam satu hal yang umum yang disebut dengan kesimpulan.
Dengan kata lain, paragraf induktif adalah paragraf yang memiliki kalimat utama di bagian akhir kalimat. Kalimat utama pada paragraf ini ditandai dengan kata – kata seperti, oleh karena itu, oleh sebab itu, dan maka.

Ciri – ciri paragraf induktif

Berdasarkan pengertian paragraf induktif di atas, maka dapat disimpulkan bahwa paragraf induktif memiliki ciri – ciri sebagai berikut ini.
1. Diawali oleh kalimat – kalimat khusus.
2. Memiliki kalimat utama pada bagian akhir.
3. Kalimat utamanya berupa kesimpulan yang ditandai dengan kalimat oleh karena itu, oleh sebab itu, maka, dan lain – lain.

Contoh

Contoh pengembangan paragraf dengan metode induksi

Khusus = Mawar
Khusus = Melati
Khusus = Anggrek
Umum  = Tanaman Hias

Mawar memiliki bentuk bunga yang sangat indah. Tidak hanya bentuknya saja yang indah, mawar juga memiliki wangi yang khas. Sementara itu bunga melati tidak juga kalah indah. Meskipun bentuk bunga ini simple dan hanya memliki satu warna, yaitu putih, tetapi aroma bunga melati tidak ada bandingannya. Bahkan aroma bunga melati bisa dijadikan sebagai aroma terapi. Selain mawar dan melati, ada juga bunga anggrek. Bunga ini juga sama indahnya dengan bunga mawar dan melati karena keeksotisannya. Seperti bunga mawar, bunga anggrek memiliki banyak sekali ragam warna dan bentuk. Oleh karena itu, bunga mawar, melati, dan anggrek menjadi tanaman hias idola bagi para pecinta bunga.

Jenis – Jenis Paragraf Induktif

Paragraf induktif bisa dikembangkan menjadi beberapa jenis paragraf, diantaranya adalah paragraf generalisasi, analogi, sebab – akibat, dan akibat sebab. Di bawah ini adalah contoh – contoh paragraf yang dikembangkan dengan pola induksi.

1. Paragraf generalisasi

Paragraf generalisasi adalah paragraf yang menyajikan hal – hal khsusu terlebih dahulu, lalu diarahkan menjadi satu kesimpulan umum. Kesimpulan ini di ambil dari kalimat – kalimat khusus di atasnya. 

Contoh :

Udara di pedesaan sangatlah bersih. Tidak ada namanya polusi udara yang sangat mengganggu pernafasan. Selain itu, sungainya juga masih bersih dan sehat, sehingga masih banyak dijumpai ikan – ikan dan tumbuhan air di dalamnya. Orang – orang di desa sangat ramah – ramah. Mereka mengedepankan asas kekeluargaan, sehingga jarang terjadi konflik. Suasananya yang sejuk dan tenang bisa menyejukkan hati dan pikiran. Oleh karena itu, bisa disimpulkan bahwa kehidupan di desa sangat menyenangkan. 

2. Paragraf analogi

Paragraf analogi adalah paragraf yang dikembangkan dengan pola deduksi , di mana topik utamanya disajikan dengan cara membandingkan dua hal yang memiliki kesamaan. Dari kesamaan – kesamaan itu ditarik sebuah kesimpulan umum.

Contoh :

Sistem kereta api tertata dengan sangat rapi dan teratur. Kereta api membawa para penumpangnya dari stasiun menuju stasiun – stasiun lain yang telah dijadwalkan secara berurutan melalui rel -rel kereta api. Sistem ini sama halnya dengan sistem peredaran darah manusia. Darah bersih yang mengikat oksigen dari paru – paru mendistribusikan oksigen – oksigen tersebut ke organ - organ di dalam tubuh melalui pembuluh darah yang sangat panjang. Oleh karena itu, sistem peredaran darah manusia memiliki kesamaan dengan sistem kereta api, yaitu tersusun rapi dan teratur.

3. Paragraf sebab – akibat

Paragraf sebab akibat adalah paragraf yang kesimpulannya di ambil dari kalimat – kalimat yang merupakan hal khusus atau sebab pada awal – awal paragraf.

Contoh :

Budi tidak pernah memperhatikan jadwal makannya. Dia selalu makan tidak tepat waktu. Selain itu, Budi juga gemar memakan makanan – makanan yang tidak sehat, seperti mi, junk food, makanan berlemak, dan lain – lain. Tidak hanya itu, Budi juga tidak pernah berolahraga. Dia selalu menghabiskan waktunya di depan layar komputer. Oleh sebab itu, Budi saat ini menderita penyakit mag.

4. Paragraf akibat – sebab

Kebalikan dari paragraf sebab – akibat, paragraf ini menarik kesimpulan umum yang berupa sebab dari akibat – akibat yang diuraikan sebelumnya.

Contoh :

Bangunan – bangunan tinggi di kota itu hancur berantakan, tidak ada lagi yang tersisa. Selain itu jalur komunikasi dan transportasi terputus, sehingga kota ini menjadi terisolasi selama beberapa hari. Di tambah lagi dengan putusnya jaringan listrik membuat kota ini menjadi delap gulita saat malam hari. Semua ini disebabkan oleh gempa bumi yang mengguncang kota itu kemarin malam.   
Pengertian, Contoh, dan Jenis Paragraf Induktif Lengkap | aria nugraha | 5