Pengertian, Contoh, dan Prinsip Kalimat Efektif Detail

.
.
Pengertian, Contoh, dan Prinsip Kalimat Efektif Detail - Kalimat efektif adalah kalimat – kalimat yang ditulis sesuai dengan kaidah – kaidah tata bahasa yang berlaku, sehingga dapat dipahami oleh pembaca atau pendengarnya dengan mudah. Kaidah – kaidah tersebut, diantaranya aturan tentang ejaan, tanda baca, dan masih banyak lagi yang terkandung di dalam prinsip - prinsip kalimat efektif. Di bawah ini adalah prinsip - prinsip yang harus dimiliki oleh suatu kalimat efektif. 

Prinsip – Prinsip Kalimat Efektif


Suatu kalimat dapat dikatakan sebagai kalimat efektif, jika memiliki prinsip – prinsip berikut ini:

1. Kesepadanan 

Setiap kalimat efektif harus memiliki kesepadanan bentuk. Dengan kata lain, unsur – unsur kalimat, seperti S, P, O, K, dan Pel yang saling mendukung dan membentuk kesatuan gagasan.

Contoh :

Adik ke sekolah kemarin.  (Tidak efektif)
Adik pergi ke sekolah kemarin.  (Efektif)

Budi memakan malam mini,  (Tidak efektif)
Budi memakan nasi goreng mala mini. (Efektif)

Aku melihat Budi juga melihat Andi di sekolah. (Tidak efektif)
Aku dan Budi melihat Andi di sekolah.  (Efektif)

2. Kepaduan Kalimat

Suatu kalimat dapat dikatakan kalimat efektif, jika informasi yang terkandung tersusun dengan padu dan tidak terpecah – pecah. Hal ini dicirikan dengan kalimat tersebut yang tidak bertele – tele dan tidak mengunakan kata daripada dan tentang  di antara predikat dan objek.

Contoh :

Rapat kali ini membahas tentang permasalahan – permasalahan yang terjadi.  (Tidak efektif)
Rapat kali ini membahas permasalahan – permasalahan yang trjadi.  (Efektif)

Kamu harus dapat memberikan kepada Andi buku itu. (Tidak efektif)
Kamu harus mengembalikan buku Andi.    (efektif)

3. Kelogisan

Kalimat efektif harus logis. Yang dimaksud dengan kelogisan adalah kalimat tersebut memiliki ide yang masuk akal dan mudah dipahami oleh pembacanya. 

Contoh :

Kepada Pak Lurah, waktu dan tempat kami persilakan.  (Tidak efektif)
Kepada Pak Lurah, kami persilakan untuk menyampaikan pidatonya.  (Efektif)

Untuk mempersingkat waktu, mari langsung kita mulai acara ini.  (Tidak efektif)
Untuk menghemat waktu, mari kita mulai acara ini.  (Efektif)

4. Kehematan Kata

Kalimat efektif harus memiliki kehematan penggunaan kata. Dengan kata lain, tidak terjadi pengulangan – pengulangan kata yang tidak perlu.

Contoh :

Ayah memajukan mobilnya ke depan.  (Tidak efektif)
Ayah memajuka mobilnya.   (Efektif)

Budi belajar yang giat agar supaya lulus.  (Tidak efektif)
Budi belajar yang giat agar lulus.  (Efektif)

Para Ibu – ibu mendatangi kantor DPR.  (Tidak efektif)
Ibu – ibu mendatangi kantor DPR.   (Efektif)

5. Ketepatan Pemilihan Kata

Kalimat efektif adalah kalimat – kalimat yang memiliki ketepatan dalam pemilihan kata, sehingga tidak menimbulkan sebuah keambiguan atau penafsiran ganda.

Contoh :

Anak baru tidak masuk ke sekolah hari ini.  (Tidak efektif)
Anak yang baru masuk itu tidak masuk ke sekolah hari ini. (Efektif)

Barang bagus akan dikirim ke Jakarta saat ini juga. (Tidak efektif)
Barang yang kondisinya bagus, akan dikirim ke Jakarta saat ini juga.  (Efektif)

6. Ketegasan Makna

Ketegasan makna adalah prinsip dasar yang harus dimiliki oleh kalimat efektif. Artinya, ide pokok dalam kalimat efektif harus diperjelas, dengan cara meletakkan kata kunci atau inti kata pada awal kalimat, mengurutkan ide – ide tersebut secara bertahap, dan menggunakan artikel – artikel penekanan, seperti –kah, -pun, dan –lah. 

Contoh :

Sudah saya buang sampah itu.  (Tidak efektif)
Sampah itu sudah saya buang.  (Efektif)

Pertemuan kali ini akan dihadiri oleh pak walikota, gubernur, dan seluruh camat di kota ini.  (Tidak efektif)
Pertemuan kali ini akan dihadiri oleh gubernur, walikota, dan seluruh camat di kota ini.  (Efektif)

Kerjakan tugasmu dengan baik.  (Tidak efektif)
Kerjakanlah tugasmu dengan baik.  (Efektif)

7. Kesejajaran Bentuk

Suatu kalimat dapat dikatakan sebagai kalimat efektif, jika memiliki kesejajaran atau kepalarelan bentuk. Prinsip ini dicirikan dengan penggunaan bentuk kata, dan imbuhan di dalam kalimat itu. Jika pada bentuk pertama menggunakan kata kerja maka bentuk kedua juga menggunakan kata kerja.

Contoh :

Ani membantu ibu memasak, mencuci, dan sapu di rumah.  (Tidak efektif)
Ani membantu ibu memasak, mencuci, dan menyapu di rumah.  (Efektif)

Ayah bingung dengan tumpukan barang itu, apakah harus dibuang atau menyimpannya. (Tidak efektif)
Ayah bingung dengan tumpukan barang itu, apakah harus dibuang atau disimpan.  (Efektif)

Kakak menyingkirkan batu itu dengan didorongnya ke pinggir jalan.  (Tidak efektif)
Kakak menyingkirkan batu itu dengan mendorongnya ke pinggir jalan.  (Efektif)
Pengertian, Contoh, dan Prinsip Kalimat Efektif Detail | aria nugraha | 5