Contoh Cerpen Tentang Cinta Paling Romantis dan Mengharukan: Mawar Hitam Bagian 2

.
.
Contoh Cerpen Tentang Cinta Paling Romantis dan Mengharukan: Mawar Hitam Bagian 2 - Akhirnya, Cerpen Mawar Hitam bisa kembali lagi untuk menghibur Anda. Tentunya Anda sudah tidak sabar untuk mengetahui kelanjutan ceritanya, bukan ? Nah, selamat membaca. 



MAWAR HITAM

Sementara itu di Irian Jaya, Rio sedang mengurus perpindahannya. Vira yang begitu sedih dengan keputusan ayahnya itu, akhirnya memutuskan menelpon Rio untuk menceritakan apa yang terjadi. “Rio, aku begitu menyayangimu. Meskipun aku menduakanmu tapi kamu yang pertama di hatiku, aku minta maaf denganmu, karena aku mengkhianatimu. Anton kemarin melamarku, orang tuaku menerima lamaran Anton, tetapi aku sempat keberatan, menolak lamaran Anton. Tapi Ayahku marah padaku jika aku menolak lamaran Anton. 

Aku tidak diakui sebagai anak jika aku menolak lamaran Anton. Aku tak sanggup lagi harus melawan orang tuaku, aku disini hanya bisa pasrah mengikuti keinginan Ayahku.” Dengan tangis pilu Vira berbicara dengan Rio. “Vira, aku pun begitu menyayangimu, meskipun kamu pernah mengkhianati kesetiaanku, aku tak akan marah karena aku sayang padamu,  meskipun aku kecewa tapi rasa sayangku lebih besar daripada rasa kecewaku, tenanglah sayang, aku akan datang melamarmu dan aku akan menjelaskan semuanya kepada ayahmu”. Begitu berat hati Rio, namun ia tetap berpikir bijak dan bersemangat mengejar cintanya itu. Dengan hati cemas dan rasa semangat Rio segera mengurus perpindahan tugasnya dan segera pulang menemui ayah Vira. Tapi, keluarga Vira sudah menentukan tanggal, dan hari pernikahan Vira dan Anton. Vira hanya bisa pasrah dan merelakan menikah dengan orang yang tidak ia cintai demi menuruti keinginan orang tuanya. 

Sembari menunggu surat pindahnya keluar Rio segera menemui orang tua Vira dan membawa bunga mawar untuk Vira. Sesampainya di rumah Vira, Rio memberikan salam, dan senyum manisnya sambil memberikan mawar kepada Vira. Dengan hati yang tidak karuan Vira menerima mawar pemberian Rio. Setelah memberikan mawar, Rio kemudian bertemu dengan ayah Vira dan segera membicarakan maksud kedatangannya itu. ”Maaf sebelumnya pak, jika kedatangan saya mengganggu. Maksud kedatangan saya kemari, saya ingin meminang Vira, putri bapak, saya sudah mengajukan surat pindah tugas di Jambi. Jika kami menikah nanti kami tidak akan  tinggal jauh dari bapak”. “Maaf nak Rio, kedatangan kamu melamar Vira sudah terlambat. Vira sudah dipinang oleh nak Anton. Kami dan orang tua nak Anton telah sepakat bahwa seminggu lagi pernikahan mereka akan dilaksanakan. 

Undangan telah disebar, dan persiapan pernikahan pun hampir selesai. Jadi maaf nak Rio, bapak mewakili Vira tidak bisa menerima lamaranmu”. Rio sedikit tidak terima dengan keputusan ayah Vira, “ tapi bapak, saya lebih dulu mengenal dan menjalin hubungan dengan vira. Jika bapak takut Vira ikut saya bertugas jauh, saya juga sudah mengurus perpindahan tugas saya, kenapa pak?, kenapa bapak lebih memilih Anton?”. “bukan begitu nak, Anton sudah lebih dahulu meminang Vira, jadi dia yang akan menikah dengan Vira. Sudah, keputusan bapak sudah bulat, silahkan kamu pergi dari rumah bapak!”. Vira hanya dapat mendengar dari balik pintu kamarnya sambil menangis melihat perjuangan Rio untuk mempertahankan cintanya.

 Rio sangat kecewa dan segera kembali ke tempat ia bertugas, Rio sudah pasrah setelah perjuangannya sia-sia. Kandasnya hubungan Rio dan Vira berdampak pada psikologis Rio, dia semakin tidak semngat dalam bertugas, ia juga sering minum-minuman keras sebagai pelarian atas kekecewaannya itu. Malam sebelum pernikahan Vira berlangsung, Rio bertambah sakit hati dan kecewa, ia berpesta minum-minuman keras hingga larut malam. Keesokan harinya,  terjadi kerusuhan yang sangat hebat. 

Mahasiswa berdemonstrasi di kantor DPR,  Rio bertugas dalam kerusuhan tersebut. Beberapa jam bentrok berlangsung, terjadi baku hantam antara masa dan petugas. Rio yang semalaman berpesta miras kurang istirahat dan kurang berkonsentrasi saat menghadapi masa yang begitu banyak. Timah panas yang ditembakkan masa mengenai dada Rio, sehingga menyebabkan Rio terjatuh dan tak sadarkan diri. Rekan Rio segera membawanya ke rumah sakit, Rio yang keadaannya kritis tak bisa lagi diselamatkan, dan akhirnya tewas dalam perjalanan menuju rumah sakit. Jenazah Rio pun segera dipulangkan di kediamanya untuk segera di makamkan.

Sementara itu, di kediaman Vira telah ramai tamu berdatangan, tenda-tenda dengan hiasan telah terpasang di depan rumah, berbagai macam makanan sudah dihidangkan di meja, penghulu pun sudah hadir untuk menikahkan mereka. Hari itu Vira terlihat cantik, bahkan lain dari biasanya. Ia mengenakan kebaya putih dan dirias cantik. Namun, tak seperti pengantin pada umumnya yang bahagia karena akan menikah, Vira merasa sedih dan terus memikirkan Rio. “aku tak bisa menikah dengan orang yang tidak aku cintai, aku ingin menikah dengan Rio, Rio kekasihku”. Dengan air mata yang tak hentinya menetes Vira merasa menyesal, dan semakin ingin memberontak dan membatalkan pernikahannya dengan Anton.  Waktu telah menunjukkan pukul 08.00,  Vira kemudian menuju ke depan rumahnya untuk segera dinikahkan dengan Anton. 

Air mata Vira tak henti menetes. Ia tidak dapat menahan kepedihannya mengingat Rio. Hatinya begitu memberontak dan akhirnya, “saya tidak bisa menikah dengan Anton, saya mencintai Rio, ayah izinkan Vira menyusul Rio, Vira sangat mencintai  Rio. Yah, Vira mohon Restui Vira” ujar Vira dengan mengusap air matanya. Ayah Vira merasa terketuk hatinya, “baiklah nak, jika itu keinginanmu. Ayah tidak bisa memaksa. Pergilah, kejarlah keinginanmu nak, maafkan ayah jika keinginan ayah membuatmu tertekan, ayah hanya ingin kamu bahagia, tapi jika bahagiamu adalah Rio, ayah akan merestuinya”. 

Pernikahan di hari itu gagal. Anton dan keluarganya sangat kecewa dengan sikap Vira dan keluarganya. Dan ayah Vira juga harus menanggung malu karena pernikahan putri kesayangannya gagal. Vira belum berani menemui Rio. Namun, perasaan Vira selalu memikirkan Rio, tak henti memikirkan Rio. Karena perasaannya itulah, Vira memutuskan untuk datang ke rumah Rio, sesampainya disana sudah banyak orang yang memakai pakaian hitam. Hati Vira bertanya-tanya?, “ada apa, siapa yang meninggal?” setelah sampai di depan pintu rumah Rio,  Vira melihat ibunda Rio yang sedang menangis, saat ibunda Rio melihat Vira langsung menjerit dan memeluk Vira. Vira kaget dan bertanya, “ ibu, ibu kenapa menangis, siapa yang telah meninggal?”. “Vira, Rio telah tiada”, jawab ibunda Rio sambil menangis terisak-isak. Vira kaget dan tak kuasa menahan air matanya, hingga ia jatuh pingsan. Setelah itu ia sadar, barulah orang tua Rio menceritakan apa yang telah terjadi. “Vira, tabahkan hatimu, kami tahu ini berat, kami pun juga berat melepas Rio, tapi inilah takdir Tuhan yang harus kita terima. Rio akan lebih baik di sisi Nya”. “iya, Vira tahu, tapi mengapa secepat ini?”. “kemarin Rio bertugas saat ada kerusuhan, dan kemarahan masa yang semakin banyak dan membawa senjata sulit diredam, sehingga Rio menjadi korban penembakan”. Vira semakin tak bisa menahan air mata kesedihannya, “tapi, mengapa tidak ada yang memberi tahu saya soal hal ini, mengapa setelah Rio dimakamkan saya baru tahu kejadian ini?”, tanya Vira sambil menangis. “kami tidak memberi tahumu karena kamu akan menikah nak, jadi kami tak ingin membuat kacau acara pernikahanmu” tegas ayah  Rio. “Vira tidak mencintai Anton, Vira hanya Cinta sama Rio, jadi Vira membatalkan semuanya, tapi Rio, malah pergi meninggalkan Vira”. 

“Iya Nak, sebelum kejadian ini terjadi Rio sempat berpesan kepada Bapak untuk memberikan bunga mawar kepadamu, mawar ini sebagai tanda cintanya kepadamu, meskipun kamu menikah dengan orang lain Rio masih mengingatmu, ini bunga mawar dari Rio”. Vira terdiam kemudian mengambil bunga mawar tersebut, tetesan air matapun tak berhenti menetes di pipinya. Dia hanya berpikir, bunga mawar itu adalah bunga terakhir yang diberikan Rio kepada untuk yang terakhir kalinya.


Demikianlah cerita pendek tentang cinta paling romantis dan mengharukan. Nantikan cerpen-cerpen menarik lainnya di dalam blog ini. Terimakasih telah membaca. 



Contoh Cerpen Tentang Cinta Paling Romantis dan Mengharukan: Mawar Hitam Bagian 2 | aria nugraha | 5