Contoh Cerpen Tentang Cinta Paling Romantis dan Mengharukan: Mawar Hitam

.
.
Contoh Cerpen Tentang Cinta Paling Romantis dan Mengharukan: Mawar Hitam - Cerpen adalah salah satu bentuk prosa modern yang menceritakan sebuah kisah mengenai sebuah permasalahan yang terjadi. Berikut ini adalah salah satu bentuk cerpen yang berjudul tentang mawar terakhir. Selamat membaca!


MAWAR HITAM

Cuaca di hari Sabtu pagi itu sangat cerah. Di SMA  BHAKTI ramai siswa-siswi banyak berkumpul menanti pengumuman. Vira begitu cemas. Cemas menanti pengumuman kelulusan.  Saat kepala sekolah mengatakan bahwa siswa SMA BHAKTI lulus 100 %, keadaan cemas berubah menjadi keadaan gembira. Vira begitu gembira dan mereka saling berpelukan satu sama lain. Vira salah satu murid pandai di sekolahnya. Dia sosok cewek yang cantik,  kulitnya putih, berambut panjang, dan memiliki sifat yang baik, ramah, mudah bergaul dengan teman-temannya. Baginya orang tua adalah penyemangat dalam hidupnya. Selain orang tua, ada seseorang yang begitu istimewa di hatinya, yang tak lain adalah kekasihnya bernama Rio. Rio adalah cowok yang  baik dan manis. Kulitnya sawo matang, hidungnya mancung, dan berpostur tubuh tinggi. Rio sekolah di SMA yang sama dengan Vira. Rio adalah cowok keturunan Jawa. 

Hari ini adalah hari minggu. Rio mengajak Vira makan bakso di dekat sekolahnya dulu. “ Vira, kamu mau ngelanjutin kuliah dimana?, tanya Rio kepada kekasihnya itu”. “aku mau ngelanjutin kuliah di kota ini aja, karena ayahku menyuruh aku kuliah disini agar aku tidak terlalu jauh degan orang tuaku. Kalau kamu mau ngelanjutin dimana?” . “hmm, kalo aku mau ngejar cita-cita aku jadi seorang Tentara”?!. “Hah, jadi tentara?” jawab Vira kaget. “Iya jadi tentara, ehheheehe, dari dulu aku ingin jadi tentara, biar bisa ngebela negara kalo ada penjajah hehehe”, jawab Rio sambil bergurau. “Penjajah apa?!, lo kira jamannya perang ?!”. Rio yang tadinya hanya tertawa berubah menjadi serius, “iya Vira, aku ingin mengikuti jejak ayahku menjadi seorang tentara, ku harap kamu mendukung keinginanku ini.” “trus kita harus jauh-jauhan dong?, iya?” Rio sedikit diam. “Kenapa Cuma diam?, tanya Vira”. “iya, untuk mendapat apa yang kita ingin memang harus ada yang dikorbanin, ya pengorbanan aku jauh dari kamu, tapi percayalah meskipun aku jauh aku akan tetap setia, dan aku berjanji jika aku udah sukses, aku akan datang melamarmu”, tegas Rio. ” Vira terdiam dan tiba-tiba meneteskan air mata, sebagai tanda merasa berat hati untuk jauh dengan Rio”. Setelah selesai makan bakso, Rio mengantar Vira pulang. 

Seminggu setelah mereka makan bakso bareng, mereka janjian untuk pergi ke pantai. Tapi hari itu cuaca tidak mendukung, hujan sangat deras mengguyur hingga sore. Vira sedang duduk menonton tv, tiba-tiba ponselnya berdering, “kring..kriing.., iya halo selamat sore sayang”, penelpon itu adalah Rio. Setelah agak lama berbincang-bincang Rio membahas tujuannya menelpon di sore itu. “hah, coba hari ini gak hujan, kita bisa ke pantai. Tapi malah hujan, padahal besok aku udah pergi”. “iya, gara-gara hujan kita gak jadi pergi, kamu besok pergi kemana?, sahut Vira. “Vira, besok aku ke Bandung. Aku kesana karena ingin daftar masuk tentara. Ku harap kamu besok datang menemuiku di terminal sebelum aku pergi”. Vira kaget mendengar berita itu, “apa?, Besok kamu udah mau berangkat?, secepat itu?, baiklah aku akan datang besok pagi”.

Keesokan harinya, pagi-pagi sekali Vira datang ke terminal menemui Rio, dan di terminal sudah ada Rio sedang berdiri sambil membawa mawar merah untuk Vira. Disana juga ada kedua orang tua Rio. Orang tua Rio memang telah mengenal Vira dan tahu jika mereka pacaran. “hai Rio, selamat pagi Om, Tante, maaf saya hampir saja terlambat, soalnya tadi jalanannya macet” ujar Vira. “iya nak tidak apa-apa Rio juga belum berangkat, jawab ibu Rio”. “Vira, hari ini aku akan pergi,  jaga dirimu baik-baik, tetaplah setia kepadaku, disana aku akan setia sama kamu, dan selalu inget kamu, dan ini bunga untukmu”, memberikan bunga kepada Vira. “iya, aku akan selalu inget kamu dan ngejaga semuanya, kamu baik-baik ya disana semangat ada aku disini menunggumu”,  jawab Vira dengan mata berkaca-kaca.

Tiga bulan berlalu, Vira yang sudah mulai masuk kuliah sibuk dengan kegiatan kampusnya, dan Rio juga sedang menjalani pendidikan di Bandung. Komunikasi diantara mereka pun berkurang tak seperti dulu. Mereka hanya bekomunikasi lewat telepon, itupun hanya disaat Rio libur, tak jarang mereka juga sering bertengkar karena jarak yang berjauhan dan kurangnya komunikasi antara mereka. 

Di kampusnya Vira memiliki teman yang sangat baik dan perhatian kepadanya. Temannya itu bernama Anton. Anton satu kelas dengan Vira sehingga setiap hari mereka sering bersama. Makan bersama, mengerjakan tugas bersama, dan mereka juga  sering jalan bersama. Lama-kelamaan, Anton menyimpan rasa sayang terhadap Vira.

Jauh, semakin jauhnya Vira dengan Rio, tak seperti dekatnya Anton dengan Vira. Sering bertemu, dan tak jarang Vira berpikir untuk meninggalkan Rio karena telah jauh dan merasa tak diperhatikan lagi. Tapi, hal itu berbanding terbalik dengan Rio. Rio disana sangat setia  menjaga hatinya, menjaga rindunya. Suatu ketika, Anton dan Vira sedang makan berdua di kantin dan Vira menceritakan soal apa yang selama ini ia rasakan saat  menjalani hubungan dengan Rio yang jauh disana. “aku jenuh sama hubungan ini, Rio jauh, disaat aku butuh dia, dia gak ada, waktu aku sedih, seneng dia gak ada” pengen udahin aja”, kata Vira. “emang kamu udah gak cinta?”, tanya Anton. “cinta, sayang semuanya hanya untuk dia, tapi dia jauh, Cuma bisa komunikasi lewat telpon, itu aja kalo telpon sering berantem pula, oh Tuhan,, gak tahan”. “ya udah kamu pacaran aja sama aku, kan aku deket, bisa kasih perhatian ke kamu, ada terus buat kamu. Lagian kita kan udah lama deket, aku sayang kok sama kamu”, kata Anton kepada Vira.  Vira kaget, lalu diam hingga selesai makan, Anton pun juga ikut terdiam karena merasa tidak enak hati kepada Vira. 

Sudah satu minggu setelah kejadian di kantin itu berlalu, tapi setiap harinya Vira hanya diam saja di kampus, dan hubungan antara Anton dan Vira merenggang. Anton merasa tidak enak hati kepada Vira.  Lalu sepulang Anton dari kampus Anton berniat meminta maaf kepada Vira. “Vira,..!”, panggilan Anton smbil berlari mendekati Vira. “ Vira, aku minta maaf sama kamu, aku janji aku gak akan bilang yang aneh-aneh lagi ke kamu, aku janji aku gak akan ngulangi kesalahan aku, aku minta maaf aku gak bisa jauh dari kamu”, ujar Anton. Vira kemudian memeluk Anton, “Cuma kamu yang tempat curhat aku, temen baik aku, aku juga sayang kamu Anton tapi aku udah sama Rio aku gak bisa ngehianatin dia”. “aku ngerti Vir apa yang kamu rasain, tapi kenapa gak kita coba untuk ngejalanin semua ini, kita saling sayang kok, aku mau berbagi cinta, setidaknya aku masih bisa ngejaga kamu dan ada buat kamu”. Merekapun jadian, dan menghianati Rio yang selama ini menjaga kesetiaannya.

Seiring waktu berlalu, hubungan Anton dan Vira semakin dekat. Orang tua Vira pun sudah mengenal Anton dengan baik. Hingga Rio telah selesai pendidikan dan segera menemui Vira, gadis yang ia Sayangi. Saat Rio menemui Vira, Rio merasa kaget melihat perubahan Vira yang telah lama tak ia temui. Vira yang semakin cantik, dan sikapnya yang sedikit berubah agak pendiam. Rio merasa  hubungannya dengan Vira sedikit renggang, renggang bagaikan ada batu besar yang menghalangi mereka. “Vira, aku kangen banget ama kamu, udah lama gak ketemu, kamu tambah cantik, dan pendiam?”, Tanya Rio. “gak kok Rio sayang, aku masih tetep kaya dulu, Cuma agak canggung udah lama gak ketemu kamu, maaf ya”, jawab Vira sambil tersenyum. 

Pagi-pagi sekali Rio datang ke rumah Vira untuk mengajaknya jalan ke pantai. Tidak lupa Rio membawa bunga mawar untuk Vira. Sesampainya di pantai Vira hanya melihat pantai yang begitu luas dan banyak diam. “Vir, aku gak lama disini, besok aku bakal pulang untuk tugas, aku dapet tugas  di Irian Jaya”, kata Rio. Vira kaget dan hanya diam sambil memandang wajah manis Rio. “Vir, aku tahu ini gak mudah, tapi asal kamu setia dan percaya aku yakin hubungan kita akan baik saja, dan aku janji setelah kamu wisuda, aku akan datang untuk melamarmu”, tegas Rio. “baru aja aku ketemu kamu, kamu udah mau pergi lagi, pergi jauh lagi, Rio kapan kita bisa ketemu lagi. Ini aneh. Ini ngebuat aku sedih tau gak”. “Vira, ku mohon mengerti ya, ini karena tugas, aku tak bisa meninggalkannya”, ujar Rio. 

Hari semakin sore, Rio segera mengantar Vira pulang. Sesampainya di rumah Vira, Rio pamit pulang. Keesokan harinya Rio pergi bertugas, dan meninggalkan Vira. Semakin lama Rio berjauhan dengan Vira, semakin dekat Anton dengan Vira dan orang tuanya. Orang tua Vira yang awalnya setuju dengan hubungan Vira dan Rio berubah menjadi menentang hubungan mereka. Hal itu disebabkan Rio yang bertugas jauh, Ayah Vira tak ingin jika nanti mereka menikah lalu Vira dibawa jauh oleh Rio. Namun Rio selalu berusaha meyakinkan Vira, bahwa kepergiannya bertugas juga untuk masa depannya nanti dan dia juga berjanji untuk berpindah tugas  ke tempat yang dekat dengan tempat tinggal orang tua Vira.

Tiga setengah tahun hampir berlalu, Vira pun telah menyelesaikan kuliahnya. Begitupun Anton juga telah mendapatkan pekerjaan tetap. Hubungan Anton dan Vira semakin serius dan disetujui orang tua Vira. Anton pun berniat melamar Vira. Hubungan yang semakin dekat itu tak bisa dirahasiakan oleh Vira. Setelah sekian lama, akhirnya Vira menceritakan hubungan terlarangnya dengan Anton. Vira juga menceritakan bahwa orang tuanya menentang hubungannya dengan Rio, dengan alasan Rio bertugas jauh.  Rio merasa kecewa dengan apa yang dilakukan Vira, Rio juga merasa sedih dan kecewa dengan pemikiran orang tua Vira yang hanya karena ia bertugas jauh hubungannya tidak direstui. Namun Rio tidak patah semangat, ia berusaha meyakinkan Vira bahwa dia sangat mencintai Vira. Dia ingin segera melamar Vira, dan meyakinkan orang tua Vira dengan cara ia berpindah tugas ke tempat yang dekat dengan tempat orang tua Vira tinggal.

Anton yang semakin serius, berniat melamar Vira. Niatnya tersebut kemudian diungkapkan kepada orang tua Vira. Orang tua Vira yang sudah cukup lama mengenal Anton mengatakan tidak keberatan jika putri kesayangannya itu dipinang oleh Anton. Vira sempat mengtakan kebertan untuk menerima pinangan Anton dengan alasan dia masih ingin menunggu Rio datang melamarnya. Namun, orang tua Vira menentang keinginan Vira tersebut. “Untuk apa kamu menunggu Rio yang belum jelas? Disini sudah ada Anton yang memiliki pekerjaan tetap dan sangat menyayangi kamu dan bisa menjagamu. Jika kamu menikah dengan Anton, kamu tidak akan jauh dengan Ayah. Tetapi, jika kamu menikah dengan Rio, dia tidak akan menjagamu seperti Anton menjagamu, dan kamu akan jauh dengan Ayah.”, Tegas ayah Vira. “tapi Ayah, sebelum Vira bersama Anton, Vira sudah lebih dulu mengenal dan mencintai Rio. Rio juga sudah berjanji untuk datang melamar Vira, dan berpindah tugas untuk dekat dengan Ayah. Rio saat ini jauh karena tugas dan demi masa depan kami yah.. ku mohon yah, izinkan Vira menunggu Rio.”,  pinta Vira sambil menangis.  “Ayah tidak akan mengizinkanmu menikah dengan Rio”. “jika kamu masih menganggap Aku ini Ayahmu, tinggalkan Rio dan menikahlah dengan Anton!” . begitu kerasnya ayah Vira, sehingga ia tak mampu melawan kehendak ayahnya itu.






Bagaimana cerpen di atas, menarik bukan ? Ingin mengetahui kisah selanjutnya ? Nantikanlah dan Selalu kunjungi blog ini.   
Contoh Cerpen Tentang Cinta Paling Romantis dan Mengharukan: Mawar Hitam | aria nugraha | 5