Paragraf Narasi: Pengertian, Ciri, Jenis, dan Contoh Paragraf Narasi

.
.
Paragraf Narasi: Pengertian, Ciri, Jenis, dan Contoh Paragraf Narasi  Pada artikel sebelumnya, kita telah mengupas tuntas tentang paragraf eksposisi, argumentasi, dan deskripsi. Nah, artikel kali ini akan membahas segala sesuatu mengenai paragraf narasi, seperti pengertian paragraf narasi, jenis paragraf narasi, dan contoh paragraf narasi. 



Pengertian Paragraf Narasi

Paragraf narasi adalah salah satu bentuk paragraf yang memiliki tujuan untuk menghibur dengan cara memberikan pengalaman estetis atau fantasi-fantasi kepada para pembacanya. Gagasan utama paragraf ini disampaikan dengan alur atau urutan cerita yang jelas. 

Paragraf narasi biasa ditemukan dalam bentuk karya-karya sastra seperti novel, cerpen, roman, biografi, maupun autobiografi. Cerita yang disajikan dalam paragraf narasi memiliki dua jenis yang dikelompokkan berdasarkan sifat cerita di antaranya adalah: Narasi fiksi, yaitu cerita yang diangkat berdasarkan kisah nyata, dan Narasi non-fiksi, yaitu cerita yang merupakan karangan-karangan yang berasal dari imajinasi-imajinasi penulis. 

Ciri-ciri Paragraf Narasi

Paragraf Narasi memiliki karakteristik sebagai berikut:

  1. Isinya merupakan suatu cerita yang disampaikan secara kronologis
  2. Banyak sekali ditemukan kalimat yang mengandung unsur-unsur perbuatan maupun tindakan
  3. Memiliki alur yang jelas, seperti orientasi, klimaks dan penyelesaian masalah
  4. Pada umumnya menceritakan sebuah kisah, atau pengalaman hidup seseorang. 


Jenis-jenis Paragraf Narasi

Berdasarkan jenis ceritanya, paragraf narasi digolongkan ke dalam dua bentuk paragraf, yaitu paragraf narasi ekspositoris, dan paragraf narasi sugestif. Apa sih sebenarnya yang dimaksud dengan kedua jenis paragraf narasi ini? Jangan khawatir, berikut ini akan kita bahas kedua bentuk paragraf ini.

Narasi Ekspositoris

Paragraf narasi ekspositoris adalah suatu paragraf yang menceritakan sebuah cerita yang bermaksud informatif. Dengan kata lain, paragraf ini berusaha menyampaikan suatu informasi kepada para pembacanya dalam balutan sebuah cerita. 

Narasi ekspositoris biasanya berupa kisah seseorang yang ditulis sesuai dengan kenyataannya dan diceritakan dari awal kelahiran hingga kematiannya, atau bisa juga menceritakan hanya sebagian kisah hidup seseorang. Contoh paragraf ini adalah biography, diary, dan autobiography. 

Contoh:

Pada mulanya Muhammad Ibnu adalah seorang pria biasa yang berasal dari sebuah keluarga yang tidak mampu. Sejak kecil dia selalu terbiasa dengan kerja keras, meskipun begitu dia tidak pernah mengeluh dengan nasib dirinya itu. Hingga suatu hari sebuah peristiwa merubah kehidupannya180 derajat. Saat itu dirinya sedang duduk di bangku kuliah semester 5, secara tidak sengaja dia diajak oleh temannya untuk mengikuti seminar bisnis yang ada di kampusnya. Sejak saat itulah pikirannya terbuka, dia mulai membuka usaha kecil-kecilan, yaitu sebagai penjual kue donat di kampusnya. Namun, usaha itu tidak berjalan lama karena dia mengalami kebangkrutan meskipun begitu dia tidak menyerah dan tetap berusaha sekeras mungkin. Semua usaha pun dijajal olehnya dan gagal, seperti membuka jasa pengetikan, berjualan Koran, penjaja minuman, dan lain-lain, bahkan dia pun sempat terlilit hutang. Tetapi dia tidak menyerah hingga nasib membaawanya menjadi seorang penjual bakso. Meskipun awalnya dia menjajakan baksonya dengan berkeliling,lambat laun usaha baksonya menjadi besar dan sukses. Akhirnya dia pun dikenal sebagai Muhammad Ibnu sang juragan bakso.    

Narasi Sugestif

Paragraf narasi sugestif adalah paragraf narasi yang menceritakan sebuah kisah yang merupakan hasil imajinasi dari seorang penulis. Paragraf ini murni memiliki tujuan untuk menghibur para pembacanya dengan kisah-kisah yang menarik dan bahkan menjurus ke suatu hal yang tidak masuk di akal. 

Narasi sugestif banyak ditemukan dalam cerita-cerita hikayat, novel, maupun cerpen-cerpen yang menjurus ke arah cerita non-fiksi.

Contoh:

Malam hari itu udara sangat dingin hingga menusuk tulang-tulangku. Aku yang hanya seorang diri di rumah berusaha untuk menghibur diri dengan menonton televisi meskipun tidak ada satu pun acara yang menarik bagiku. Ketika aku sedang menonton televisi, aku melihat secercah cahaya yang bersinar di balik jendela ruang tamu ku. Aku pun penasaran dan mulai menerka-nerka apakah gerangan cahaya tersebut. Rasa penasaranku pun semakin membuncah dan membawaku untuk mendekati cahaya tersebut. Diam-diam aku menghampiri jendela dan mengintip dari celah-celah jendela yang bolong akibat rayap. Ketika aku mengintip dari lubang tersebut, betapa terkejutnya diriku ketika mengetahui cahaya itu berasal dari sebuah makhlu kecil yang memiliki antena di atas kepalanya. Dia pun melihat ke arahku dengan tatapan mata yang sangat tajam dan bengis. Aku sangat ketakutan saat itu, terlebih lagi ketika dia mendekati diriku aku pun langsung berlari menjauh. Seketika itu pun juga, bruukk aku terjatuh dari sofa dan aku pun menyadari aku tertidur ketika menonton televisi. 


Demikianlah artikel kali ini mengenai pengertian paragraf narasi, ciri paragraf narasi, jenis paragraf narasi, dan contoh paragraf narasi. Semoga artikel kali ini bisa membantu Anda menjadi sebuah referensi yang bermanfaat untuk mengerjakan tugas-tugas Anda. Ingatlah, teruslah belajar demi masa depan. Terimakasih atas kunjungannya! 
Paragraf Narasi: Pengertian, Ciri, Jenis, dan Contoh Paragraf Narasi | aria nugraha | 5