Contoh Makalah Sintaksis Deskripsi Kalimat Tunggal Analisis Fungsi dan Kategori Terbaik

.
.
Contoh Makalah Sintaksis Deskripsi Kalimat Tunggal Analisis Fungsi dan Kategori Terbaik - Berikut ini adalah contoh makalah sintaksis mengenai deskripsi kalimat tunggal analisis dan kategori. 

BAB I 

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Kalimat merupakan satuan gramatikal yang berada di bawah tataran wacana. Kalimat dapat dibagi menurut bentuk dan maknanya. Menurut bentuknya, sebuah kalimat ada yang tunggal dan ada yang majemuk. Menurut maknanya kalimat dapat dibagi menjadi kalimat berita atau kalimat deklaratif, kalimat perintah, kalimat interogatif, dan kalimat emfatik.

Dalam makalah ini membahas tentang kalimat tunggal. Dalam kalimat tunggal terdapat unsur-unsur yang menjadi bagian kalimat tunggal tersebut. Kalimat tunggal memiliki bermacam-macam predikat. Untuk mengetahui lebih dalam mengenai kalimat tunggal perlu dianalisis fungsi dan kategori kalimat.

1.2 Rumusan Masalah

Dari latar belakang di atas, terdapat beberapa permasalahan yang akan dibahas dalam makalah ini. Masalah tersebut adalah:

1) Apa pengertian kalimat?
2) Apa pengertian kalimat tunggal?
3) Unsur apa saja yang terdapat dalam kalimat tunggal?
4) Bagaimana analisis fungsi dan kategori kalimat tunggal?

1.3 Tujuan

Tujuan dari pembahasan makalah ini adalah sebagai berikut.

1) Mengetahui pengertian kalimat.
2) Mengetahui pengertian kalimat tunggal.
3) Mengetahui unsur apa saja yang terdapat dalam kalimat tunggal.
4) Mengetahui analisis fungsi dan kategori kalimat tunggal.



BAB II 

PEMBAHASAN

2.1 Pengertian Kalimat

Kalimat umumnya berwujud rentetan kata yang disusun sesuai dengan kaidah yang berlaku. Dalam kamus linguistik (1993: 92) disebutkan pengertian kalimat sebagai berikut:
  1. Satuan bahasa yang secara relatif berdiri sendiri., mempunyai pola intonasi final, dan secara aktual maupun potensial terdiri dari klausa.
  2. Klausa bebas yang menjadi bagian kognitif percakapan, satuan proposisi yang merupakan gabungan klausa atau merupakan satu klausa yang membentuk satuan yang bebas; jawaban minimal, seruan, salam dan sebagainya.
  3. Kontruksi gramatikal yang terdiri atas satu lebih klausa yang ditata menurut pola tertentu dan dapat berdiri sendiri sebagai satu satuan.


Samsuri (1982: 54) dalam bukunya yang berjudul Tata kalimat Bahasa Indonesia mengemukakan bahwa kalimt ialah untai berstruktur dari kata-kata . keterangan untai berstruktur itu diperlukan karena ada untai kata yang tidak berstruktur dan untai kata semacam itu bukanlah kalimat. Perhatikan untai kata berikut.
  • Petani itu menanam cengkeh pada tanahnya di lereng bukit.
  • Petani/ itu/ menanam/ cengkeh/  pada/ tanahnya/ di lereng bukit/.
  • Petani itu/ menanam cengkeh/ pada tanahnya/ di lereng bukit/.


Kelompok kata yang diberi garis miring di atas menunjukkan adanya struktur dan untaian kata sehingga dapat dikatakan sebagai kalimat.

Menurut Ramlan (1987: 5) setiap satuan kalimat dibatasi oleh adanya jeda panjang yang disertai nada akhir turun naik. Menurut Dardjowijojo (1988: 254) mengemukakan bahwa kalimat adalah bagian terkecil ujaran atau teks yang mengungkapkan pikiran yang utuh secara kebahasaan. Dalam wujud lisan kalimat diiringi oleh alunan titiknada, disela jeda, dan diakhiri intonasi akhir. Dalam wujud tulisan kalimat dimulai dengan huruf kapital dan diakhiri tanda seru, tanda tanya, dan tanda seru.

2.1 Kalimat Tunggal

Kalimat tunggal adalah kalimat yang terdiri dari satu klausa bebas tanpa klausa terikat (Cook, 1971: 38; Elson and Pickett, 1969: 123). 

Misalnya:

Saya makan.
Dia minum.
Ibu menjahit.
Adik  tidur.
Ayah membaca.
Nenek makan sirih.
Paman merokok.
Kakak menulis surat.
Badannya kurus.
Rambutnya panjang.
Anak itu menangis.
Rapornya jelek.
Bajuku baru.
Anaknya tiga orang.
Kebunnya luas.
Sawahnya tiga hektar.
Kami menunggu ibu.
Hatinya senang.
Lukanya parah.
Saya orang sunda.
Dia orang baik.
Polisi menjaga keamanan.
Pramuka menolong orang yang sakit.
Guru menasihati si Ali.
Dia lulus ujian.
Anak itu siswa teladan.
Orang tua mereka petani.
Kakakku pedagang.
Ayahku guru.
Nenekku dukun.
Dia kepala kampung,

Kalimat tunggal adalah kalimat yang terdiri atas satu klausa. Unsur inti kalimat tunggal adalah subjek dan predikat. Hal ini berarti bahwa konstituen untuk setiap unsur kalimat, seperti subjek dan predikat merupakan satu kesatuan. Dalam kalimat tunggal terdapat semua unsur wajib  dan juga unsur manasuka. Seperti keterangan waktu, tempat, dan alat. Dengan demikian kalimat tunggal tidak selalu dalam wujud yang pendek tetapi juga dalam wujud yang panjang.
  1. Ayah bekerja
  2. Mereka mahasiswa asing
  3. Mahasiswa mendiskusikan soal ujian
  4. Ibunya mengirimkan uang itu kepada kami
  5. Buruh itu mengambil bahan bangunan di gudang

Kalimat (1), (2), (3) merupakan kalimat tunggal yang terdiri dari unsur-unsur yang wajib ada atau terdiri atas bagian-bagian inti kalimat. Unsur inti dalam kalimat (4) adalah ibunya, mengirimkan, uang itu; unsur manasuka dalam kalimat tersebut kepada kami. Unsur inti dalam kalimat (5) adalah buruh itu, mengambil, bahan bangunan; unsur manasuka dalam kalimat tersebut adalah di gudang.

2.2 Kalimat Tunggal Berpredikat Nomina

Dalam bahasa Indonesia terdapat kalimat yang predikatnya terdiri atas  nomina. Dua nomina yang disejajarkan akan membentuk kalimat apabila syarat untuk subjek dan predikatnya tidak terpenuhi, jejeran nomina tersebut tidak akan pembentuk kalimat melainkan membentuk frasa. 
Perhatikan contoh berikut.

1) Novel itu   cetakan Bandung (kalimat)
             FN FN
               S P

2) Novel cetakan Bandung itu (frasa)
             FN

2.3 Kalimat Tunggal Berpredikat Verba

Kalimat tunggal berpredikat verba dalam bahasa Indonesia lebih bervariasi. Ada bermacam-macam verba, yaitu verba transitif, verba intransitif, dan verba pasif yang masing-masing memengaruhi macam kalimat yang menggunakannya. Dengan demikian, berdasarkan penggolongan verba, kalimat yang berpredikat verba pun ada bermacam-macam. 

Perhatikan contoh berikut.

1) Dia berjalan
             P
             V int

2) Nilai Ebtanas Murni menentukan nasib para siswa
                                       P
                                       V-tran

3) Dia sedang mencarikan  adiknya pekerjaan
                     P
                     VDtran

4) Adiknya kejatuhan atap.
                        P
                        V-pasif

5) Dia dipukul  kakaknya 
                 P
                 V- pasif

2.4 Kalimat Tunggal Berpredikat Adjektiva

Kalimat dalam bahasa Indonesia dapat pula berpredikat adjektiva. Seperti pada contoh berikut.

1) Gadis itu sangat cantik
                         P
                          FA

2) Perkataan orang itu benar
                                   P
                                   A
3) Ayahnya sakit
                     P
                     A

2.5 Kalimat Tunggal Berpredikat Frasa Preposisional dan Frasa Numeralia

Kalimat bahasa Indonesia dapat berpredikat frasa preposisional dan frasa numeralia. 

Perhatikan contoh berikut.

1) Tinggalnya di Jakarta
                           P
                          Fprep

2) Foto itu dari adiknya
                        P
                        Fprep

3) Anaknya tiga orang
                         P
                         Fprep

2.6 Struktur Kalimat Tunggal

Jumlah kalimat yang diganakan sebagai komuniakasi, bahasa lisan maupun tulisan tidak terhitung banyaknya. Hal itu akan terasa bila diamati selama kegiatan itu berlangsung. Kalimat yang tidak terbatas jumlahnya tersebut dapat dikembalikan pada struktut dasar yang jumlahnya terbatas. Dengan menguraikan teks berikut dapat ditentukan struktur dasar kalimat tunggal.


Teks

(1) Sekarang Dr. Nia sudah melangkah ke teknologi canggih. (2) Dia mewakili bangsa Indonesia umumya, wanita Indonesia khusunya. (3) Dia memang ilmuan hebat. (4) Apakah wanita Indonesia sudah siang untuk teknologi canggih? (5) Tentu tidak semua wanita Indonesia menjadi Dr. Nia. (6) Saya perhatikan semua ini mulai dari paling dasar. (7) Manusia yang memasuki teknologi canggih sudah siap dan tanggung jawab, dedikasi, dan disiplin diri; dengan sendirinya mereka adalah manusia-manusia yang dapat diandalkan. (8) Semua ini memberi kita semangat untuk maju. (9) kita memasukkan prestasinya ke dalam catatan sejarah emansipasi wanita Indonesia (Sugono, Dendy: 1997)    



BAB III 

PENUTUP

3.1 Kesimpulan

Kalimat adalah satuan gramatikal yang berada di bawah tataran wacana. Setiap satuan kalimat lisan dibatasi oleh adanya jeda panjang yang disertai nada akhit turun naik. Dalam wujud tulisan kalimat dimulai dengan huruf kapital dan diakhiri tanda seru, tanda tanya, dan tanda seru. Kalimat tunggal adalah kalimat yang terdiri atas satu klausa. Unsur inti kalimat tunggal adalah subjek dan predikat. Dalam kalimat tunggal terdapat semua unsur wajib  dan juga unsur manasuka. Seperti keterangan waktu, tempat, dan alat. Kalimat tunggal memiliki bermacam-macam jenis predikat seperti, berpredikat nomina, berpredikat adjektival,  berpredikat verba, berpredikat frasa preposisional dan frasa numeralia. 

3.2 Saran

Dalam pelajaran sintaksis dipelajari macam-macam kalimat. Diantaranya kalimat tunggal yang terdiri atas satu klausa.  Untuk lebih memahami kalimat tunggal perlu diadakan latihan menganalisis kalimat tunggal tersebut. Seperti analisis predikat, analis fungsi, dan analisis kategori.



Demikianlah contoh makalah sintaksis, semoga contoh ini bisa bermanfaat bagi Anda. 



Contoh Makalah Sintaksis Deskripsi Kalimat Tunggal Analisis Fungsi dan Kategori Terbaik | aria nugraha | 5