3 Contoh Karangan Narasi dan Penjelasannya Terbaik

.
.
3 Contoh Jenis Karangan NarasiSobat, artikel sebelumnya kita telah membahas pengertian, ciri, dan contoh karangan narasi. Nah, artikel kali ini akan menyajikan contoh – contoh karangan narasi. Semoga 3 contoh jenis karangan narasi ini bisa menjadi referensi yang menarik buat Anda. 

Baca pengertian karangan narai di sini : karangan narasi 

Perhatikanlah contoh – contoh karangan narasi berikut ini !

1. Karangan Narasi Ekspositoris

Karangan narasi ekspositoris adalah karangan narasi yang menceritakan sebuah peristwa atau kejadian secara kronologis. Peristiiwa – peristiwa yang disampaikan biasanya berupa cerita fiksi atau kejadiaan yang sebenarnya. 

Contoh :

Kisah Heroik di atas Hotel Yamato

Pada tanggal 19 September 1945 terjadilah sebuah peristiwa yang sangat heroik dan terkenang sampai saat ini. Kala itu beberpa orang pemuda geram melihat bendera belanda berkibar di atas langit Surabaya.

Mereka kemudian mendatangi tempat yang dulu bernama Hotel Oranje tersebut. Para pejuang meminta pihak hotel untuk segera menurunkan bendera Belanda yang berkibar di atas hotel. Mereka menganggap tindakan itu telah melecehkan bangsa Indonesia.

Namun, kedatangan mereka itu tidak disambut baik oleh pihak hotel dan sempat terjadi keributan. Setelah masa berkumpul di depan Hotel Yamato, barulah pihak hotel bersedia mengadakan perundingan. Perundingan tersebut diwakili oleh tiga orang dari Indonesia, yaitu Sudirman, Sidik, dan hariyono. Sementara pihak hotel diwakili oleh Ploegeman dan beberapa tentara Belanda.

Setelah melakukan perundingan Ploegman tetap saja tidak mau menurunkan bendera Belanda itu. Bahkan perundingan menjadi memanas. Ploegman yang marah sempat mengelurkan pistol, tetapi dengan sigap Sidik mencekik leher Ploegman hingga mati lemas. Para tentara Belanda tidak tinggal diam. Mereka menembaki tubuh Sidik hingga mati. Sementara itu, Soedirman dan Hariyono berhasil melarikan diri. 

Mengetahui bahwa perundingan itu gagal, para pejuang yang berada di depan hotel marah dan mulai memasuki hotel. Terjadilah perkelahian di dalam hotel antara pihak hotel dan beberapa tentara Belanda dengan para pejuang Indonesia. 

Sementara itu Hariyono bersama beberapa pemuda memanjat hotel hingga ke atap dan dengan beraninya menurunkan bendera Belanda. Ia merobek bagian warna biru bendera Belanda hingga berwarna merah putih seperti bendera Indonesia dan mengibarkannya kembali di udara.

Peristiwa heroik tersebut membuat semangat para pejuang menyala – nyala untuk menjaga kemerdekaan Indonesia yang telah diraih. Hingga saat ini, peristiwa itu pun masih menjadi kisah yang sangat heroik bagi seluruh rakyat Indonesia. 



2. Karangan Narasi Artistik

Karangan narasi artistik adalah karangan narasi yang memberikan pengalaman – pengalaman estetika kepada para pembacanya. Karangan ini memiliki cerita – cerita fantasi yang dikemas menarik bahkan keluar dari pakem logika. 

Contoh :

Perkelahian Sengit 

Malam itu rembulan bersinar sangat terang dan angin berhembus dengan sangat kencang. Di tengah – tengah sunyinya malam itu, seorang lelaki tua yang bernama Pak Raden pergi menuju hutan. Dia menerobos ilalang yang tinggi itu. Dengan berani Pak Raden terus masuk ke dalam hutan seakan – akan tubuh rentanya itu sudah kebal dengan angin.

Sesampainya di sebuah gua, Pak Raden memukulkan tongkatnya itu ke tanah. Tiba – tiba seekor ular yang sangat besar dengan sebuah mahkota di atas kepalanya ke luar dari gua itu. 

“Hey kau ular jahanam! Kau telah menghabisi seluruh keluargaku! Sekarang aku akan membalasnya!” Seru Pak Raden dengan lantang. Dengan secepat kilat Pak Raden menyerang ular itu.

Terjadilah pertempuran yang sangat sengit antara Pak Raden dengan raja ular di hutan itu. Mereka bertempur dengan sangat dahsyat hingga seluruh penghuni hutan tidak ada yang berani mendekat. 

Sang raja ular akhirnya berhasil menagkap dan melilit tubuh Pak Raden dengan erat. Pak Raden pun merasa kesakitan. Tetapi dengan sekuat tenaga Pak Raden berusaha untuk melepaskan tubuhnya. Sejurus kemudian dia mengeluarkan sebuah pisau kecil yang ada di sakunya dan menebas tubuh ular itu.

Sang ular kesakitan dan melepaskan lilitannya. Setelah lepas, Pak Raden melompat ke arah kepala sang ular dan menebasnya hingga putus. Akhirnya pertempuran itu pun usai.

Dengan terengah – engah pak Raden kembali ke desa dengan membawa kepala sang ular yang telah dipotongnya itu. 


3. Karangan Narasi Sugestif 

Karangan narasi ini adalah karangan yang memiliki pesan – pesan terselubung di dalamnya.

Contoh :

Padi yang Angkuh

Alkisah di sebuah hamparan sawah yang luas hiduplah sebatang padi yang sangat tinggi. Padi tersebut sangat membanggakan dirinya. Bahkan dia menganggap bahwa dirinya adalah raja dari segala padi. 

“Hey kalian semua, lihatlah aku! Aku adalah padi tertinggi di sawah ini,” seru padi itu kepada teman – temannya. 
“Kalian tetaplah seperti itu, tetaplah menunduk di hadapanku,” ujar Padi itu dengan sombongnya. 

Hari berganti dengan hari, Sang Padi yang angkuh itu semakin meninggi. Sementara teman – teman yang lainnya semakin merunduk. Padi yang angkuh semakin menjadi sombong. Sepanjang hari dia selalu menghardik teman – temannya.

Hingga suatu hari angin datang dengan sangat kencang meniup padi – padi yang ada di sawah. Sang padi yang sombong itu pun tertiup angin yang sangat kencang dan tubuhnya berputar – putar dimainkan oleh angin. Sementara itu teman – temannya hanya bergerak ke kiri dan ke kanan. 

“Hey teman – teman, tolong bantu aku, tolong lindungi aku,” tangis padi yang sombong itu.
Salah satu temannya pun berkata, “hey bukankah kau adalah raja padi. Seharusnya kamu bisa mengatasinya sendiri,” 

Angin pun bertiup semakin kencang dan mempermainkan tubuh Padi yang sombong itu, hingga akhirnya tubuhnya patah tidak berdaya. Sejak saat itu dia berubah menjadi padi pemurung. Sepanjang hari dia hanya melamun. 

Akhirnya masa panen tiba, Semua padi di sawah itu telah menjadi beras. Tinggallah padi yang sombong itu sendiri di sawah yang begitu luas. Tak seorang petani pun mau memanennya hingga akhirnya padi yang tidak berisi tersebut benar – benar jatuh ke tanah dan terinjak – injak oleh kerbau. 





Nah Sobat, 3 karangan di atas adalah contoh karangan narasi berdasarkan jenis ceritanya. Sampai di sini perjumpaan kita kali ini. Terimakasih atas kunjungannya!

Teruslah belajar melalui blog ini karena kami akan menyajikan puluhan artikel yang menarik lainnya !
3 Contoh Karangan Narasi dan Penjelasannya Terbaik | aria nugraha | 5