Cerpen Cinta yang Berakhir Tragis Terbaru

.
.
Cerita Pendek tentang Kisah Cinta Tragis - Hallo Sobat prbahasaindonesia, jumpa lagi dalam artikel kali ini. Artikel kali ini kami menyajikan sebuah cerita pendek atau yang disebut juga dengan cerpen mengharukan yang mengisahkan tentang kisah cinta sorang perempuan yang berakhir tragis.

Baiklah, tanpa berlama - lama lagi, berikut ini adalah contoh cerpen kisah cinta mengaharukan yang berakhir tragis. Selamat Membaca


Cerpen Kisah Cinta yang Mengharukan
Cerpen Cinta Tragis
Sumber: Google Image

Cinta dan Penyesalan


     Pagi ini aku memulai hidupku dengan bismillah. Menata mimipi-mimpi dengan apik dan penuh kerja keras. Namaku sela. Aku terlahir dari keluarga biasa saja, sederhana tapi selalu di sayangi. Hidupku terbilang bahagia karena kebutuhanku selalu tercukupi. Aku tak seberapa cantik, tapi aku memimpikan punya suami tampan dan kaya. Ya, kaya. Orang tuaku selalu sepaham denganku. Karena itu mereka menginginkan ku menikah dengan pria tampan dan kaya. Aku adalah seorang tenaga pengajar SMA swasta di Palembang. Hari-hariku banyak kuhabiskan dengan siswaku. 

      Ketika aku pulang mengajar, kulihat di rumah sedang ada tamu. Bapak gaul? Hatiku bertanya siapa kah dia. Saat aku masuk, orang tua ku memperkenalkan lelaki itu padaku. Lelaki tersebut tampak merasa kesenangan bisa berkenalan dengan ku. Perasaanku pun biasa saja karena dia tua untuk ukuranku. 

      Hari-hariku kembali berjalan seperti biasa. Pagi mengajar, pulang sore, kecapean, dan istirahat. Hingga akhirny tiba saat yang ku tunggu, yaitu hari libur. Pada hari itu aku memutuskan untuk pergi ke sebuah klinik kecantikan, biasalah merawat diri. Tapi ada hal yang mengejutkan diriku pada hari itu. Sepulang aku perawatan ada oom itu lagi datang ke rumah. Aku pun hanya menyapa lalu masuk ke dalam. Tidak ada hal aneh bagiku mengenai kedatangan beliau karena ia adalah tamu orang tuaku

     Semakin hari semakin sering oom itu datang. Aku pun hanya merasa biasa saja tapi terdapat dengungan dari tetangga bahwa si oom naksir aku. Aku tak peduli karena meskipun sering datang, aku tak pernah ikut ngobrol dan hanya sekedar menyapa. Aku tak pernah membahas hal yang tak penting itu dengan kedua orang tuaku. Namun, kupingku panas tatkala gossip itu sudah berada di sekolah.

     Banyak gosip yang mengatakan bahwa aku calon istri atau akan dijodohkan orang tuaku dengan si oom. Sempat aku berpikir umurku belum tua tapi kenapa aku dijodohkan dengan orang yg lebih tua. Setidak laku itukah aku? Ah, aku harus buang pikiran negatif. 

     Setiap di rumah aku tak pernah menanyakan hal ini. Karena orang tuaku tidak pernah mengatakan hal apapun. Tapi, Aku menjadi semakin risih dengan kehadiran si oom yang sering datang membawa bawa makanan meskipun tak pernah secuilpun aku makan makanan darinya itu. 

     Pikiran negatif aku semakin bertambah sampai tiba waktu malam itu. Saat makan malam kedua orang tuaku mengatakan pada ku bahwa mereka akan menjodohkan aku. Aku hanya terdiam dan tak berani membantah sedikitpun. Namun aku juga tak mengiyakan sebagai tanda kesediaanku. Semalaman aku tak tidur memikirkan aku akan dinikahi oleh lelaki tua. Aku tak rela, selama ini lelaki idamanku adalah pria yang tampan, kaya dan yang pasti masih muda.
Ini bukanlah mimpiku tetapi ini adalah hari kelabuku. Keesokan harinya ayah mengatakan kepadaku bahwa seminggu lagi aku akan dipertemukan dengan calon besan. Aku tak tertarik membahasnya. Aku hanya berlalu ke sekolah. Sepanjang jalan aku hanya brrpikir aku wanita yang dirundung malang. Aku tak berani membahas siapa yang akan dijodohkan denganku atau kapan aku akan dijodohkan. Dipikiranku hanya semoga itu tidak terjadi karena bukan impianku. 

     Akhirnya hari itu pun tiba, hari dimana banyak orang yang datang membawa parsel. Aku hanya terdiam dan tak berani berkata-kata. Aku tak pernah membahas hal ini sebelumnya kepada orang tuaku tetap mereka mendadak memberitahukan kedatangan calon besanku. Ini adalah kejutan yang mengerikan bagiku. Di pikiranku aku akan menikah dengan lelaki tua yang kaya. Aku hanya terdiam di kamar sampai ibu memanggil aku untuk keluar. Pakaian yag kukenakan cukup rapi dan anggun tapi aku hanya menunduk terdiam. 

     Sampailah di waktu acara. Aku hanya terdiam mempersiapkan perkataan untuk menolak lamaran itu. Tapi hal mengejutkan terjadi. Aku dijodohkan bukan dengan lelaki tua itu melainkan oleh anaknya yang dulu adalah temanku saat Tk. Aku sedikit lega. Dengan beberapa pertimbangan karena kedua kelurga sudah saling kenal aku pun mengiyakan. Roni adalah lelaki yang akan dijodohkan olehku.

     Ketika Roni datang aku sedikit heran dengan postur tubuh yang kurus dan kulit hitam itu. Sempat aku berpikir untuk menarik omonganku karena melihat penampilannya. 

     Hari itu pun terlewati dan fase pendekatan berlanjut. Dia berencana mengajakku makan malam. Aku berpikir keras untuk mengiyakan. Ilfiil, Iya ilfil aku malu jalan sama si Roni. Aku takut bertemu dengan mantanku. Tapi ibu menyuruhku pergi dengannya dan tak sampai hati aku menolaknya. Acara kencan pertama pun berlangsung biasa saja. Yang kulihat wajah Roni semringah saat bersamaku dan aku hanya terdiam. Setelah selesai makan, dia mengajakku jalan tapi aku enggan dan minta untuk diantar pulang.

     Keesokan paginya saat aku mau pergi kerja, tiba – tiba dia datang dengan maksud ingin mengantarku kerja. Oh… dia mau ngasih tumpangan taksi gratis pikirku. Karena bujukan ibu lagi-lagi aku mau diantar kerja olehnya. Sesampainya di tempat kerja aku pun mengucapkan terimakasih dan bergegas meninggalkannya menuju kantor.

     Kegiatan rutin makan dan diantar jemput oleh Roni sudah cukup biasa dan dia sepertinya semakin cinta denganku. Aku pun mulai muak dan jenuh. Aku ingin mengatakan yang sebenarnya tetapi aku tidak tega melakukannya karena ibuku. Pagi itu aku sakit dan tidak pergi kerja. Tiba-tiba Roni merelakan datang terlambat kerja hanya untuk membawakan makanan dan mengantar aku berobat. Aku tak tertarik dengan ajakannya dan berkata bahwa aku hanya butuh istirahat saja dengan sedikit nada tinggi. Dengan perasaan kecewa dia pulang. Aku pun sedikit tidak enak hati tapi ya sudahlah. 

     Hari telah berganti Roni pun dengan sabar memberi perhatiannya kepadaku hingga akhirnya aku sembuh. Waktu pun kembali seperti biasa dan ketika Roni datang dan mengantar aku kerja aku tak begitu menyapanya. Di sepanjang perjalanan aku banyak diam sampai tempat kerja. 

    Saat tiba wajtu pulang hal aneh terjadi dia tidak menjemputku seperti biasa. Hal itu membuatku marah dan meninggalkan kantor sendiri. Aku pun tidak menghubunginya karena handphone ku kehabisan battery. Sesampai di rumah aku hidupkan hp dan ternyata banyak sekali pesan yang masuk dari Roni. Kemudian aku baca pesannya yg begitu banyak . Dia menanyakan aku dimana. Dia mengatakan sayang padaku, dia bilang sudah menunggu di depan kantor, dll.  Aku hanya diam tak merepon. Satu jam setelahnya karena aku rasa tak enak hati aku menelponnya tapi tak diangkat. 

     Malamnya ketika aku makan di ruang TV, ayah mengatakan kepadaku bahwa Roni mengalami kecelakaan. Sontak aku terkejut dan terdiam. Aku hanya berpikir kejadian tadi pagi. Tak terasa piluku menetes. Aku tanya pelan pada ayah, “dia di rawat dimana yah?”

     Tanpa menunggu waktu lama aku bergegas ke rumah sakit. Di benakku aku merasa bersalah karena Roni kecelakaan  akibat menjemputku. Sesampainya di sana banyak kelurga yang datang. Aku pun semakin menangis ketika Tante mengatakan bahwa Roni koma. Dan seketika itu pula rasa cintaku dan penyeselanku datang.


*Tamat*



Demikianlah cerpen kali ini mengenai kisah cinta tragis yang dialami oleh seorang wanita. Semoga cerpen kali ini bisa menghibur Sobat dan menjadi referensi yang baik.

Terimakasih atas kunjungannya dan temukan pula cerita - cerita menarik lainnya di dalam blog ini. 
Cerpen Cinta yang Berakhir Tragis Terbaru | aria nugraha | 5