Contoh Cerpen tentang Pengalaman Pribadi Mengesankan

.
.
Contoh Cerita Pendek tentang Pengalaman Pribadi yang Mengesankan - Cerpen atau yang disebut dengan cerita pendek adalah salah satu bentuk narasi baru yang muncul pada jaman yang modern ini. Dilihat dari jenisnya, novel juga termasuk ke dalam karangan narasi. 

Nah Sobat, berikut ini kami menyajikan sebuah cerita pendek mengenai sebuah pengalaman yang mengesankan. Berikut mi adalah contoh cerita pendek dan silahkan membacanya ! 




CLASS MEETING YANG MENGESANKAN

    “Kring…kring….kring..” Suara jam weker yang nyaring membuatku terbangun dari tidur panjangku. Waktu masih menunjukkan pukul 05.00 dan matahari pun belum menampakkan wujudnya.  Akupun bergegas menuju kamar mandi untuk membersihkan diri. Disaat aku tengah mencuci wajahku terdengarlah suara ibuku.

“De, setelah ini jangan lupa nyapu!”
Akupun dengan santai menjawab “Iya, bu”

Sesuai dengan perintah, akupun melaksanakan tugas untuk menyapu. Tidak butuh waktu lama bagiku untuk menyelesaikan tugasku tersebut. Kemudian aku bergegas untuk pergi ke kamar mandi untuk mandi dan bersiap – siap ke sekolah.  Kira - kira jam enam lima belas aku selesai mandi dan mengenakan seragam. 

Tepat pukul tujuh akupun berangkat ke sekolah. Pagi ini aku pergi ke sekolah dengan perasaan yang sangat bahagia. Entahlah, aku berpikir bahwa hari ini pasti bakalan berbeda dengan hari-hari sebelumnya. Setibanya di sekolah akupun bergegas menuju kelas. Saat aku berada sepuluh meter lagi dari kelas, akupun memperlambat langkah kaki dan melirikkan mata pada jendela kelas. Aku mencoba melihat siapa saja yang sudah datang. Atau lebih tepatnya, melihat apakah dia sudah datang apa belum. 

Dan ternyata, orang yang aku cari - cari sudah terlebih dahulu berada di dalam kelas. Aku pun senyam-senyum sendiri. Kemudian aku menggenggam erat tas dan masuk ke dalam kelas. Ketika aku tiba di tempat dudukku, aku melihat dia sedang mendengarkan musik melalui earphone yang terpasang di telinganya. Hari ini adalah Classmeeting oleh karena itu, siswa-siswi dapat membawa telepon genggam ke sekolah. Saat dia menyadari kedatanganku, dia hanya memberi senyuman dan akupun melebarkan bibir untuk membalas senyumannya. Setelah aku membalas senyumannya, dia kembali fokus kepada handphone yang sedang ia pegang. Ketika aku akan duduk di kursi tiba-tiba dari belakang seseorang memanggilku.  

“De, classmeeting nanti kamu ikut main gak?”  Wahyu bertanya kepadaku sambil memegang pundakku.
“eh, Wahyu gak tau ntar, kayaknya sih engga deh! Nah kamunya sendiri kayak mana?”
“Aku juga gak tau. Kalo disuruh main ya aku siap.”

Setelah itu kami pun asyik mengobrol berbagai macam topik yang seru mulai dari pelajaran, wanita, pr dan lainnya. Saat sedang asyik mengobrol tiba-tiba terdengar suara bel lima kali yang mengharuskan kami untuk berbaris di lapangan. Setelah itu Akupun mengajak wahyu menuju lapangan.

“Yu, ayo kita pergi ke lapangan udah bel nih!”
“Nanti dulu, aku mau naruh tas dulu.”
“Oh baiklah aku tunggu di depan kelas!” 
“OK!” jawab Wahyu. 

Saat di lapangan, kepala  sekolah dan guru memberikan kami pengarahan agar kami mengikuti classmeeting dengan sportif. Classmeeting tahun ini mengadakan lomba beberapa cabang olahraga seperti sepak boala untuk putra dan Bola volley untuk anak anak putri. Setelah diberikan pengarahan, kamipun dipersilahkan untuk pergi ke kelas. Ketika sampai di kelas kami berkumpul dan membahas tentang classmeeting hari ini. Kami membahas tentang siapa yang akan bermain terlebih dahulu, dan strategi yang akan digunakan. Akhirnya kami memutuskan yang akan bermain adalah, Andri, Adam, Agung, Dwi, Pande, Dani, Iqbal, Wahyu, Agus, Sujayana, dan Aku, dan beberapa pemain cadangan lainnya. Dalam pertandingan kali ini yang akan menjadi kapten tim adalah Adam. Dia adalah anggota SSB (Sekolah Sepak Bola) terkenal di sini, jadi wajar saja dia hebat dalam urusan sepak bola. 

“Baiklah, hari ini kita akan menghadapi kelas IX b. Sebelum menuju ke lapangan pertandingan marilah kita berdo’a dahulu agar semuanya bisa berjalan lancar dan agar kelas kita bisa menang” kataku 
“Amien” jawab semua pemain.

Setelah berdo’a, kami berangkat ke lapangan pertandingan yang jaraknya tidak jauh dari sekolah. Dari kejauhan kami sudah dapat melihat tim kelas IXb yang notabene adalah kakak kelas kami. 

“Lihat Dam, mereka semua memiliki tubuh yang besar,” kataku dengan gugup.
“Emangnya kenapa kalau pemain mereka besar-besar? Kamu takut? Besar kecil itu tak ada bedanya. Dalam sepakbola yang penting itu keahlian bermain sepakbolanya” Adam menjawab dengan tegas.
“Kamu betu Dam” Balas Dwi.
“Baiklah, sekarang aku akan membacakan susunan pemain yang akan bermain pada hari ini. Kipernya Pande, pemain bertahannya Gede, Sujayana, Agus, Dwi, pemain tengahnya adalah Agung, Andri, Iqbal, Wahyu. Dan pemain depan diisi Adam dan Dani. Untuk yang lain, kalian semua sabar, kalo ada waktu kalian akan dimainkan di babak ke-2, semuanya mengerti?”  Kata Adam
“Mengerti” jawab kami semua dengan kompak.

Pertandingan pun dimulai, seperti yang sudah aku perkirakan sebelumnya kelas IXb berhasil menguasai pertandingan, dan kelas IXb berhasil unggul 3-1 di babak yang pertama.

“Ok, kalian semua telah bermain dengan bagus, sekarang biarakan pemain cadangan yang bermain” kata Adam.
“Akhirnya tiba giliran kita main Yo” Ucap Ari
“Iya, kita harus memanfaatkan kesempatan ini dengan mencetak gol sebanyak-banyaknya” Tyo memberikan semangat.
                
Pertandingan babak kedua akhirnya dimulai, Ari yang mempunyai kecepatan dan gocekan luar biasa bagaikan Cristiano Ronaldo bisa mengecilkan ketertinggalan kami menjadi 3-2. Tyo, sahabat Ari pun tak mau kalah, dengan mengeluarkan tendangannya yang keras, dia berhasil mencetak gol spektakuler dari luar kotak pinalti, skorpun berubah 3-3.

Pritt…Pritt..Pritt... Peluit panjang ditiup sang pengadil tanda pertandingan telah usai. Karna skor imbang pertandingan harus dilanjutkan ke babak adu penalty.
“Hosh, hosh, hosh, akhirnya kita bisa ngimbangin.” Ucap tyo.
“iya, beruntung Tyo mencetak gol” timpalku.
“Heh, pertandingan belum berakhir, kita masih harus ngelewatin babak adu penalty.” 
“ayo semunya berjuang” kataku penuh semangat.
“ayo” semua pemainpun kembali semangat.

Tendangan Penalty pun dilakukan namun, sayang kami kami kalah dalam adu penalty. 

 “kali ini kita kalah, tapi besok-besok kita tidak boleh kalah lagi. Kita harus semangat, Ok?” Nasehat Adam.
“Ok” Jawab Semua pemain.

Kamipun kembali ke kelas dalam keadaan lelah. Sesampainya di kelas Widya, bendahara kelas kamipun mentraktir kami minuman. 

Setelah minum akupun menontotn pertandingan yang lain. Dan tidak terasa jam pun menunjukkan pukul 13.30 akupun bergegas pulang karena sudah kelelahan.

*Tamat*




Demikianlah Sobat artikel kali ini tentang contoh sebuah cerpen yang cukup menarik untuk dibaca. Terimakasih atas kunjungannya dan temukan cerpen - cerpen menarik lainnya dalam blog ini. 
Contoh Cerpen tentang Pengalaman Pribadi Mengesankan | aria nugraha | 5