Apakah Kalimat Ambigu Itu? Berikut Ini Penjelasannya Lengkap

.
.
Kalimat Ambigu: Pengertian, Faktor, Jenis, dan Contoh Kalimat Ambigu - Dalam percakapan sehari – hari kita sering sekali mendengar kalimat ambigu. Namun, tahukah Anda apa sebenarnya kalimat ambigu tersebut ? 

Jika Anda telah membaca penjelasan tentang kalimat baku dan tidak baku dan juga pembahasan tentang kalimat efektif dan tidak efektif, pasti Anda sudah sedikit mengetahui pengertian kalimat ambigu tersebut. Nah, artikel kali ini khusus akan membahas tentang pengertian, ciri, dan jenis kalimat ambigu untuk Anda. Berikut ini adalah penjelasannya.  

Pengertian dan Contoh Kalimat Ambigu
Kalimat Ambigu

Pengertian Kalimat Ambigu

Kalimat ambigu adalah kalimat – kalimat yang memiliki tafsir atau makna ganda. Dengan kata lain, kalimat ambigu adalah kalimat yang memiliki dua arti. Jika dari segi kebakuan dan keefektifan, kalimat ambigu merupakan kalimat yang tidak baku dan tidak efektif karena kalimat ini tidak bisa menyampaikan gagasannya dengan tepat kepada para pembaca atau pendengarnya.

Perhatikanlah kalimat di bawah ini!

Istri presiden baru mengikuti perjalanan suaminya ke luar negeri.

Kalimat di atas adalah salah satu contoh dari kalimat ambigu karena memiliki dua tafsir atau makna yang berbeda. Kalimat di atas bisa membingungkan pembacanya apakah presiden memiliki istri yang baru atau istri presiden baru saja mengikuti perjalanan itu.  


Faktor Penyebab Kalimat Ambigu

Keambiguan suatu kalimat terjadi karena disebabkan oleh beberapa faktor, diantaranya adalah faktor morfologis, sintaksis, dan struktural. Berikut ini adalah penjelasannya:

1. Faktor Morfologis

Faktor ini adalah penyebab kalimat menjadi ambigu dikarenakan pembentukan kalimat itu sendiri.

Contoh:

Buku Shinta akhirnya terinjak oleh Anton. 

Kata terinjak pada kalimat di atas menyebabkan kalimat tersebut menjadi ambigu. Ada dua makna yang dihasikan, yaitu:

Buku  itu sengaja diinjak oleh Budi.   (sengaja)
Buku itu akhirnya terinjak oleh Budi.  (tidak sengaja)


2. Faktor Sintaksis

Faktor ini menyebabkan kalimat menjadi kalimat ambigu dikarenakan ketidakjelasan tata bahasanya.

Contoh:

Wajah Ani memerah setelah bertemu dengan Budi.

Frasa Wajah Merah memiliki dua arti sehingga menjadikan kalimat tersebut ambigu. Makna yang dihasilkan adalah:

Wajah Ani memerah karena malu bertemu Budi
Wajah Ani memerah karena marah melihat Budi.


3. Faktor Struktural 

Faktor ini menyebabkan kalimat menjadi ambigu karena kesalahan dalam penyusunan struktur kata. 

Contoh

Kakak Shinta yang gemuk meninggal dunia beberapa hari yang lalu.
Sepeda Andi baru hilang kemarin.

Kalimat di atas menjadi ambigu jika tidak memakai struktur yang benar, dalam hal ini penggunana tanda baca. Kalimat – kalimat di atas menimbulkan keambiguan pada maknanya.

Kalimat pertama menghasilkan dua tafsir, yaitu:

Kakak, Shinta yang gemuk meninggal dunia beberapa hari yag lalu.  (Shinta yang gemuk)
Kakak Shinta yang gemuk, meninggal dunia beberapa hari yang lalu.  (Shinta memiliki kakak yang gemuk)

Kalimat yang kedua menimbulkan dua tafsir pula, yaitu:

Sepeda Andi yang baru hilang kemarin.  (sepeda Andi masih baru) 
Sepeda Andi baru hilang kemarin.  (sepeda Andi baru saja hilang)



Jenis – Jenis Kalimat Ambigu

Setelah membaca pengertian dan faktor penyebab kalimat ambigu, tentu Anda sudah cukup memahami kalimat Ambigu. Nah, Anda juga harus mengetahui bahwa ada beberapa jenis kalimat ambigu yang sering sekali terjadi, diantaranya adalah kalimat ambigu fonetik, gramatikal, dan lesikal. Berikut ini adalah pembahasannya.

1. Kalimat Ambigu Fonetikal

Kalimat ambigu ini terjadi karena suatu kata memiliki bunyi yang sama dengan kata yang lain. 

Contoh 

Paman datang dari desa untuk memberi tahu ayahku.

Kata tahu pada kalimat di atas memiliki dua arti, yaitu antara tahu yang terbuat dari kacang kedelai ataukah tahu dalam artian memberikan informasi. 


2. Kalimat Ambigu Gramatikal

Kalimat ambigu ini adalah jenis kalimat ambigu yang terjadi akibat kesalahan kaidah bahasa, baik itu pembentukan, susunan kata maupun frasa. 

Contoh 

Andi menyeret Dani ke meja hijau.


frasa meja hijau di atas menimbulkan keambiguan pada kalimat tersebut. Secara harfiah meja hijau berarti meja yang diberi warna hijau, tetapi makna lainnya adalah pengadilan.

Jadi kalimat tersebut memiliki dua arti apakah budi menyerat Doni ke meja ataukah membawa Doni ke pengadilan.


3. Kalimat Ambigu Leksikal

Kalimat Ambigu ini adalah kalimat – kalimat ambigu yang terjadi akibat kata itu sendiri.

Contoh

Dika meninggalkan lapangan upacara.
Dika meninggal di rumah sakit. 


Kalimat pertama menyebabkan kalimat tersebut menjadi ambigu karena pemakaian kata yang tidak tepat. Kata meninggal memiliki makna yang berbeda – beda bergantung dengan konteks kalimat itu sendiri. 



Contoh – Contoh Kalimat Ambigu

Berikut ini adalah kalimat – kalimat ambigu yang sering sekali kita temukan dalam kehidupan sehari – hari. Mungkin juga secara tidak sadar kita menggunakan kalimat berikut ini:
  1. Novelis terkenal itu akan menulis cerita baru 2 hari lagi.
  2. Dika membeli buku sejarah baru di toko buku.
  3. Guru baru pergi menemui kepala sekolah.
  4. Istri pak lurah yang hitam menjadi anggota dewan.
  5. Desi memberi tahu Budi kemarin.
  6. Dia hanya gigit jari ketika melihat keberhasilanku.
  7. Budi memiliki tangan yang panjang. Dia bisa meraih buku di atas lemari itu.




Demikianlah pembahasan kali ini mengenai kalimat ambigu: Pengertian, faktor penyebab, jenis dan contoh kalimat ambigu. Bagaimana, sudah mengertikan? Nah, point yang harus diingat pada pembahasan kali ini adalah kalimat ambigu adalah kalimat yang memiliki dua makna yang berbeda.


Terimakasih atas kunjunganya dan teruslah belajar melalui blog ini karena kami akan menyajikan puluhan artikel menarik lainnya. 
Apakah Kalimat Ambigu Itu? Berikut Ini Penjelasannya Lengkap | aria nugraha | 5