Karangan Narasi: Pengertian, Ciri, dan Contohnya Detail

.
.
Pengertian Karangan Narasi, Ciri, dan Contohnya Ada beberapa jenis karangan dalam bahasa Indonesia, salah satunya adalah karangan narasi. Lalu, apakah yang dimaksud dengan karangan narasi tersebut ? Nah, marilah kita bahas pengertian, ciri – ciri, dan contoh karangan narasi pada artikel kali ini. 

Nah Sobat, marilah kita mulai pembahsan tentang karangan narasi ini !

Pengertian Karangan Narasi

Karangan narasi adalah sebuah tulisan atau karangan yang memiliki tujuan untuk menghibur pembaca dengan cerita – cerita atau peristiwa yang dikemas dengan cara yang menarik. Cerita – cerita tersebut disampaikan dengan urut sesuai tahapannya. Dengan kata lain, cerita ini disampaikan secara kronologis. 

Cerita yang ada pada karangan narasi memilik tiga bagian alur, diantaranya adalah orientasi, klimaks dan reorientasi atau disebut juga perkenalan, konflik, dan penyelesaian masalah. Karangan narasi banyak ditemukan pada prosa – prosa tertulis seperti roman, hikayat, novel dan cerpen. 


Ciri – Ciri Karangan Narasi 

Nah, setelah membaca pengertian karangan narasi di atas, berikut ini adalah ciri – ciri karangan narasi:
  1. Menyampaikan sebuah cerita atau peristiwa secara kronologis.
  2. Karangan narasi memiliki unsur – unsur seperti tema, plot, setting, tokoh, dan lain – lain.
  3. Cerita yang disampaikan bisa merupakan cerita nyata (non-fiksi) maupun khayalan (fiksi)


Contoh Karangan Narasi

Sampai pada tulisan ini, tentunya Sobat telah memahami pengertian dan ciri – ciri karangan narasi. Nah, berikut ini adalah contoh karangan narasi. 


Karangan Narasi Non Fiksi

Berlibur ke Rumah Nenek

Liburan semester lalu aku bersama keluargaku mengunjungi kampung halaman ayah yang berada di Kota Yogyakarta. Kami semua pergi ke kota Yogyakarta untuk menemui kakek dan nenekku yang telah lama tidak berjumpa. Kali ini ayahku sengaja tidak memberikan kabar terlebih dahulu karena ingin memberikan kejutan kepada mereka.

Kami berangkat dari Bandar Lampung dengan menggunakan mobil yang dikendarai oleh ayah sendiri. Setelah menempuh perjalanan kurang lebih 2 hari, akhirnya kami tiba di rumah nenek. Kakek yang sedang membaca koran di teras tiba – tiba kaget dan segera menghampiri kami. Tidak lama setelah itu, nenekku yang berada di dalam rumah juga ikut berlari keluar untuk menyambut kami.

Mereka semua sangat terkejut dengan kedatangan kami bahkan nenek sempat mencubit ayahku karena tidak memberikan kabar terlebih dahulu. Setelah aku turun dari mobil, kakek langsung menggendongku dan membawaku ke dalam rumah. 

Kemudian aku, ayah, dan ibu beristirahat sejenak sambil menikmati hidangan yang diberikan oleh nenek. Aku pun sangat senang hari itu karena aku bisa bertemu dengan mereka. Setelah istirahat ayah berbincang – bincang dengan kakekku sedangkan ibu pergi ke dapur bersama nenek.

Keesokan harinya, aku , ayah, ibu, kakek dan nenek pergi bertamasya. Kami mengunjugin Candi Prambanan yang jaraknya tidak jauh dari rumah kakekku. Aku sangat takjub melihat bangunan yang selama ini hanya bisa ku lihat dari gambar saja. Setelah sampai di sana, kami pun berkeliling Candi sambil berfoto bersama – sama.  

Kira – kira dua jam kami berkeliling komplek candi, ayahku kemudian mengajak kami untuk beristirahat sejenak. Kami mencari tempat untuk menikmati makanan yang dibuatkan oleh nenek dan ibuku. Lalu kami makan bersama sambil menikmati keindahan bangunan candi.

Setelah makan, kami berbicang – bincang sebentar sambil merapikan tempat makan. Aku bersama kakek membuang sampah di tempat pembuangan. Sementara itu, ayah, ibu, dan nenekku mengemas kembali barang bawaaan kami. 

Kakek ternyata membawaku sekali lagi berkeliling komplek candi, dia mengajakku berfoto dan bercanda. Setelah puas, kakek mengajakku kembali ke mobil. Di sana ayahku sudah menunggu kami berdua. Kira – kira jam 5 sore kami pun segera pulang menuju rumah kakek. Aku sangat bahagia hari itu karena bisa menghabiskan masa liburanku dengan keluarga kecil yang aku cintai ini. 



Karangan Narasi Fiksi

Semut dan Jangkrik

Alkisah pada zaman dahulu hiduplah seekor jangkrik yang sangat gemar bernyanyi. Dia selalu melakukan hobinya itu setiap hari. Pada suatu hari ketika sang jangkrik dan teman – teman lainnya sedang bernyanyi dan menari  - nari, seekor semut melintas. Semut tersebut sedang bekerja untuk mengumpulkan makanan.

“Hey semut, jangan kau habiskan hidup mu itu dengan bekerja keras, bersantailah sejenak bersama kami ini,” haridik jangkrik diikuti dengan tawa seluruh teman – temannya.

“Maafkan aku jangkrik, aku harus bekerja untuk mengumpulkan persediaan makanan karena sebentar lagi musim kemarau,” jawab semut. 

Mendengar perkataan semut, sang jangkrik pun tertawa, “Hhha, hey semut! Kita hidup di hutan yang sangat subur tidak mungkin makanan yang ada di sini habis.” 

Semut pun berlalu meninggalkan jaangkrik yang sedang tertawa dengan teman – temannya. Hari berganti hari, semut terus bekerja. Sedangkan sang jangkrik tetap bermain dan menari – nari sepanjang hari. 

Musim kemarau pun akhirnya tiba, sang jangkrik yang mulai lelah bernyanyi dan menari mulai mencari makanan. Sepanjang hari dia terus mencari, namun tak sedikit pun dia menemukan makanan. Sang jangkrik pun menjadi kelaparan dan hingga akhirnya mati. Sementara itu, semut berdiam diri di dalam sarangnya sambil menikmati hasil jerih payahnya selama ini. 





Sobat, contoh di atas adalah 2 contoh karangan narasi yang diklasifikasikan berdasarkan jenis ceritanya. Poin penting pada artikel kali ini adalah karangan narasi adalah karangan yang berisi cerita atau peristiwa yang disampaikan secara kronologis.

Nah, demikianlah pembahasan kali ini mengenai definisi karangan narasi, karakteristik, dan contoh karangan narasi. Semoga artikel ini bisa menjadi referensi yang baik buat Anda. Terimakasih atas kunjungannya dan sampai jumpa lagi pada artikel menarik lainnya. 
Karangan Narasi: Pengertian, Ciri, dan Contohnya Detail | aria nugraha | 5