Baca Pengertian Majas Pertautan, Jenis, dan Contoh Lengkap !

Jenis Majas Pertautan dan Contoh – Contohnya - Bahasa Indonesia memiliki beberapa jenis gaya bahasa, diantaranya adalah majas pertautan, perbandingan, penegasan, dan perulangan. Apakah Sobat sudah memahami majas – majas tersebut ? Jika tidak jangan khawatir karena kita akan membahas majas – majas tersebut satu per satu. 

Pertama marilah kita membahas majas pertautan terlebih dahulu. Tanpa menunggu lama lagi, berikut ini adalah pembahasan lengkap mengenai majas pertautan.

Apakah yang dimaksud dengan majas peratautan ?

Majas pertautan adalah gaya bahasa berupa kata – kata kias yang memiliki asosiasi atau hubungan dengan makna yang sebenarnya pada sebuah kalimat. Dengan kata lain, majas ini menggantikan penggunaan sebuah kata atau frasa dengan kata kias yang memiliki kesamaan sifat atau makna.

Fungsi majas pertautan sama dengan majas – majas lainnya yaitu sebagai bumbu untuk memperindah penggunaan Bahasa itu sendiri. 


Jenis - Jenis Majas Pertautan

Majas pertautan memiliki beberapa macam jenis, diantaranya adalah majas Alusio, Eufemisme, Sinekdode, retoris, metonimia, dan lain - lain. Nah, berikut ini penjelasan dan contoh jenis – jenis majas tersebut.


Majas Alusio

Majas alusio adalah gaya bahasa yang menggunkan sebuah ungkapan, kata - kata atau peribahasa yang umum digunakan. Ungkapan, kata, atau peribahasa tersebut berasosiasi dengan maksud kata yang digantikan.

Contoh :

Si otak udang itu tidak mengerti apa – apa meskipun sudah dijelaskan.
Otak udang = orang bodoh

Jangan lempar batu sembunyi tangan, kamu harus berani bertanggung jawab. 
Lempar batu sembunyi tangan = tidak mengakui perbuatan

Pencarian MH 307 untuk sementara dihentikan akibat terkendala cuaca.
MH 370 = Pesawat Terbang

Penjahat itu kini sedang menginap di hotel prodeo.
Hotel prodeo = Penjara 

Andi si mulut besar tidak disenangi oleh teman – temannya. 
Si mulut besar = Si banyak bicara


Majas Eponim

Majas eponim adalah gaya bahasa yang menggunakan nama – nama orang terkenal untuk menggantikan nama – nama seseorang yang dianggap memiliki kesamaan tertentu seperti sifat, atau pencapaian. 

Contoh :

David Beckhamnya Indonesia itu membuat gol yang sangat indah ketika melawan Malaysia.
David Beckhamnya Indonesia = Pemain bola dari Indonesia

Setelah bertahun – tahun lamanya kami menunggu Jenderal Soedirman yang baru di tengah – tengah kita.
Jenderal Soedirman baru = Seorang jenderal yan memiliki kesamaan watak seperti beliau.


Majas Eufisme

Majas eufisme adalah gaya bahasa yang menggantikan ungkapan atau kata yang dinilai kasar dengan ungkapan atau kata yang lebih halus.

Para mahasiswa melakukan bakti sosial terhadap para tuna wisma.
Tuna wisma = gelandangan

Shinta tidaklah bodoh, dia hanya lambat dalam berfikir.
Lambat dalam berfikir = Bodoh

Ketika di dalam bus, tiba – tiba aku merasa ingin buang air besar dan air kecil.
Buang air besar/Buang air kecil = (maaf) puf/kencing


Majas Metonimia 

Majas metonimia adalah gaya bahasa yang mengganti suatu benda dengan nama merk ataupun  simbol yang memiliki kesamaan tertentu.

Contoh:

Aku melihat Honda menyalip dari kanan dan tiba – tiba oleng sehingga menumbur halte bus.
Honda = motor

Aku disuruh ibu membeli rinso di warung pak Jaya.
Rinso = sabun cuci

Saat ini kita sedang diributkan dengan masalah cicak vs buaya.
Cicak vs buaya = pertentangan anatara polisi dan kpk


Majas Retoris

Majas retoris adalah gaya bahasa yang menegaskan sesuatu dengan kalimat pertanyan yang tidak memerlukan jawaban. Dengan kata lain, pertanyaan tersebut sudah di ketahui jawabannya.

Contoh:

Bagaiamana kamu bisa naik kelas kalau kamu tidak pernah belajar?
Apa kamu lupa siapa yang mengurus dirimu dari kecil hingga besar?
Andi berhasil menang kejuaraan catur, Siapa dulu guru yang mengajarkannya?


Majas Sinekdoke

Majas sinekdoke adalah gaya bahasa yang menyebutkan sebagian untuk menggantikan keseluruhan atau sebaliknya. Gaya bahasa ini memiliki dua jenis majas, yaitu:

Sinekdoke Totem Pro Parie 

Gaya bahasa ini menyebutkan keseluruhan untuk menyatakan sebagian orang atau kelompok.

Contoh:

Kemarin malam warga Desa Suka Maju mengadakan acara syukuran.
Warga Desa Suka Maju = Salah seorang warga

Indonesia berhasil maju ke final bulu tangkis pada kejuaraan All England. 
Indonesia = pemain bulu tangkis

Sinekdoke Pars Pro Toto

Majas ini berbanding terbalik dengan majas di atas, yaitu menyebutkan sebagian untuk keseluruhan.

Contoh :

Sudah empat hari Andi tidak kelihatan batang hidungnya.
Batang hidung = sosok Andi keseluruhan.

Rumah itu hanya dihuni sepuluh kepala saja.
Sepuluh kepala = Sepuluh orang.


Majas Parelis

Majas parelis adalah gaya bahasa yang mengungkapkan suatu kesetaraan dengan kesejajaran gramatikal.

Contoh :

Baik siswa maupun siswi diwajibkan untuk mengikuti upacara bendera di sekolah.
Kamu harus berani bertanggung jawab meskipun kamu merasa benar ataupun salah.
Kita harus membudayakan memberi dan menerima dalam bermasyarakat.


Majas Elipsis

Majas Elipsis adalah gaya bahasa yang membuang sebagian unsur kalimat sehingga kalimatnya tidak utuh.

Contoh:

Ibu ke pasar membeli sayur. 
(tidak ada subjek)

Merdu sekali 
(Tidak ada subjek)

Andre memaafkan dengan sepenuh hati.
(Tidak ada objek)




Demikianlah pembahasan pada artike kali ini mengenai majas pertautan. Poin penting dari artikel kali ini yaitu, majas pertautan adalah gaya bahasa yang menggantikan suatu kata, maupun frasa dengan kata atau frasa lain yang memiliki kesamaan tertentu atau bertautan makna. 


Nah Sobat, sampai di sini perjumpaan kita kali ini. Terimakasih telah berkunjung dan sampai jumpa lagi pada artikel - artikel menarik lainnya. 
Baca Pengertian Majas Pertautan, Jenis, dan Contoh Lengkap ! | aria nugraha | 5