Bacalah Penyebab - Penyebab Kalimat Tidak Efektif dan Contoh !

.
.
Penyebab Kalimat Efektif Menjadi Tidak EfektifApakah kalimat yang Anda buat atau tulis sudah efektif atau bahkan tidak efektif? cari tahu jawabannya pada artikel kali ini. Kalimat efektif adalah kalimat yang benar-benar bisa menyampaikan gagasan utama atau ide pokok nya kepada si pembaca atau penulisnya dengan utuh. 

Baca kembali penjelasan mengenai pengertian, ciri, dan contoh kalimat efektif

Nah, dalam percakapan sehari-hari tentu kita sering menyampaikan atau menulis suatu kalimat? Namun, tahukah Anda ? ada beberapa kesalahan-kesalahan umum yang sering dibuat secara tidak sadar, sehingga kalimat yang kita sampaikan menjadi kalimat yang tidak efektif. 

Apa sajakah penyebab-penyebab suatu kalimat menjadi tidak efektif? Nah, artikel kali ini akan membantu Anda untuk mengetahui apakah selama ini kalimat yang Anda buat sudah efektif ataukah belum. Bacalah penyebab-penyebab berikut ini! Kemudian cek sudah efektifkah kalimat Anda?


Penyebab-penyebab Ketidakefektifan Kalimat


1. Pemborosan kata

Apakah sadar atau tidak, kita sering menggunakan kata-kata yang tidak perlu dalam sebuah kalimat. Nah, hal itulah yang menyebabkan kalimat kita menjadi tidak efektif.

Perhatikan contoh berikut!

Para siswa-siswi SMAN 7 Bandar Ujung sedang melakukan field trip ke Bandung. 

Kita sering sekali menggunakan para sebelum subjek jamak. Akibatnya kalimat kita menjadi tidak efektif. Seharusnya jangan menggunakan kata para sebelum subjek jamak karena para sudah berarti jamak. 

Seharusnya kalimat tersebut adalah:

Para siswa SMAN 7 Bandar Ujung sedang melakukan field trip ke Bandung.

atau

Siswa-siswi SMAN 7 Bandar Ujung sedang melakukan field trip ke Bandung.

Contoh lain:
  1. Pak polisi meminta para pengendara motor mundur ke belakang karena ada mobil ambulance lewat. 
  2. Andi maju ke depan setelah nomor urutannya tiba. 
  3. Pesawat itu terbang ke atas setelah menaikkan semua penumpangnya. 
  4. Setelah merapikan tempat tidurnya, Andi turun ke bawah untuk sarapan pagi.
  5. Dinda mengenakan gaun berwarna biru saat pergi ke pesta malam itu. 


Kalimat-kalimat di atas tidak efektif, seharusnya kalimat tersebut menjadi: 
  1. Pak polisi meminta para pengendara motor mundur karena ada mobil ambulance lewat.
  2. Andi maju setelah nomor urutannya tiba. 
  3. Pesawat itu terbang setelah menaikkan semua penumpangnya. 
  4. Setelah merapikan tempat tidurnya, Andi turun untuk sarapan pagi.
  5. Dinda mengenakan gaun biru saat pergi ke pesta malam itu. 



2. Ketidaksesuaian struktur

Mungkin kesalahan ini sangat sepele, tetapi kesalahan ini sangat fatal dan membuat suatu kalimat tidak efektif. 

Perhatikan kalimat berikut:

Adik belajar membaca, menyayi, dan tulisan di sekolah.

Kalimat di atas tidak efektif karena strukturnya tidak sesuai. Seharusnya, jika bagian kalimat menggunakan kata kerja, maka bagian yang lain menggunakan kata kerja. Jika bagian pertama menggunakan kata benda, maka bagian kedua dan selanjutnya pun menggunakan kata benda. Begitupula setersunya dengan verba maupun adjektiva. 

Seharusnya kalimat tersebut adalah:

Adik belajar membaca, menyayi, dan menulis di sekolah.

Contoh lain:
  1. Anton menolong orang itu dan diantarkannya ke kantor polisi.   
  2. Kebijakan politik luar negeri Indonesia ditentang atau mendapatkan dukungan oleh masyarakat. 


Kalimat di atas tidak efektif, seharusnya:
  1. Anton menolong orang itu dan mengantarkannya ke kantor polisi.
  2. Kebijakan politik luar negeri Indonesia ditentang atau didukung oleh masyarakat. 



3. Tidak sepadan

Kalimat menjadi tidak efektif karena ketidakseimbangan antara gagasan dengan struktur kalimat yang digunakan.

Perhatikan kalimat berikut ini!

Bagi semua murid SMAN 1 Tanjung Bintang ini harus mengikuti pesantren kilat.

Kalimat tersebut tidak efektif karena subjeknya tidak jelas. Seharusnya kalimat tersebut adalah:

Semua murid SMAN 1 Tanjung Bintang harus mengikuti pesantren kilat.

Catatan:

Agar tidak terjadi subjek yang tidak jelas, hindari pemakaian kata bagi, untuk, pada, sebagai, tentang, mengenai, menurut, dan sebagainya di depan subjek. 

Contoh lain:
  1. Solusi itu kurang tepat.        (tidak efekti)
  2. Solusi itu bagi saya kurang tepat.   (efektif)



4. Ketidaktegasan ide pokok

Jika gagasan utama yang ingin kita sampaikan tidak tegas. Dengan kata lain, tidak menonjol, maka kalimat tersebut tidak efektif. 

Perhatikan kalimat berikut!

Jangankan satu jam, satu bulan, satu minggu, menunggu satu tahun pun aku sanggup.

Kalimat di atas salah, seharusnya urutan kata-kata di atas dibuat secara bertahap seperti di bawah ini:

Jangankan satu jam, satu minggu, satu bulan, menunggu satu tahun pun aku sanggup.


Contoh lain:
  1. Mereka yang bertanggung jawab atas semua masalah ini.
  2. Ayah berharap untuk anak-anaknya menjadi anak yang berhasil.


Kalimat di atas tidak efektif karena gagasan utamanya belum terlalu ditonjolkan, seharusnya kalimat tersebut menjadi:
  1. Merekalah yang bertanggung jawab atas semua masalah ini.
  2. Harapan ayah untuk anak-anaknya menjadi anak yang berhasil. 



5. Ambigu

Dari semua penyebab-penyebab ketidakefektifan kalimat, keambiguitasan sangatlah fatal. Hal ini dikarenakan kalimat tersebut akan menimbulkan makna yang ganda, sehinga membuat kesalahan tafsir atau maksud. 

Contoh:

Pegawai baru pergi meninggalkan ruangan ini.

Kalimat di atas tidaklah jelas apakah pegawai itu pergi atau pegawai yang baru pergi.

Seharusnya kalimat di atas adalah:

Pegawai yang baru itu pergi meninggalkan ruangan ini. 

atau

Pegawai itu baru saja pergi meninggalkan ruangan ini.




Demikianlah artikel tentang penyebab ketidakefektifan suatu kalimat. Apakah kalimat yang Anda buat telah efektif? Jika telah efektif maka pertahankan, dan jika tidak maka perbaiki. 


Terimakasih atas kunjungannya dan teruslah belajar melalui puluhan artikel menarik lainnya di dalam blog ini.  
Bacalah Penyebab - Penyebab Kalimat Tidak Efektif dan Contoh ! | aria nugraha | 5