Puluhan Contoh Kalimat Konjungsi Koordinatif dan Pembahasan

.
.
Puluhan Contoh Kalimat Konjungsi KoordinatifHai Sobat, jika artikel yang lalu kita telah membahas kalimat konjungsi subordinatif dan Kalimat konjungsi korelatif, maka artikel kali ini kita khusus membahas kalimat konjungsi koordinatif. 

Dimulai dari pengertian konjungsi koordinatif dan puluhan contoh kalimat – kalimat konjungsi koordinatif. Nah Sobat, marilah kita mulai pembahasannya!

Pengertian Kalimat Konjungsi Koordinatif


Apasih yang dimaksud dengan kalimat konjungsi koordinatif ? Kalimat konjungsi koordinatif adalah kalimat yang menggunakan konjungsi koordinatif di dalamnya. Konjungsi koordinatif sendiri adalah kata hubung yang menghubungkan dua buah klausa, frasa, atau kalimat yang memiliki kedudukan setara atau sederajat. 

Maksud dari kedudukan setara adalah, klausa, frasa atau kalimat yang digabungkan tersebut bisa berdiri sendiri apabila dipisahkan. 

Perhatikanlah contoh berikut ini !

Aku belajar bahasa Indonesia
Adik belajar matematika

Kedua kalimat di atas digabung menjadi satu kalimat dengan menggunakan konjungsi koordiantif seperti berikut ini :

Aku belajar bahasa Indonesia sedangkan adik belajar matematika.

Kalimat di atas adalah contoh kalimat konjungsi koordinatif karena kedua kalimat tersebut dapat berdiri sendiri jika dipisahkan.

Kalimat konjungsi koordinatif disebut juga dengan kalimat majemuk setara karena memiliki beberapa kesamaan di antaranya.


Jenis – Jenis Konjungsi Koordinatif


Hubungan perlawanan
Konjungsi ini menghubungkan klausa atau kalimat yang berlawanan, yaitu: Sedangkan, Padahal

Hubungan penambahan
Konjungsi ini menghubungkan klausa atau kalimat yang saling menambahkan, yaitu:  Dan

Hubungan penyertaan
Konjungsi ini menghubungkan klausa atau kalimat yang saling menyertai, yaitu: Bersama, Serta

Hubungan Pertentangan
Konjungsi ini menghubungkan klausa atau kalimat yang saling bertentangan, yaitu: Namun, Tetapi

Hubungan pemilihan
Konjungsi ini menghubungkan klausa atau kalimat yang menunjukan pilihan, yaitu: Atau


Puluhan Contoh Kalimat Konjungsi Koordinatif


Hubungan perlawanan

Andi sangat suka menolong orang lain padahal dia bukanlah orang yang berada.
Aku tidak diijinkan untuk pergi padahal aku sudah menjelaskan.
Shinta tetap pergi ke pasar padahal hari ini adalah hari minggu.
Jaka telah menyelesaikan tugasnya sedangkan Budi tidak mengerjakannya.
Harimau memiliki berat sekitar 200 kg sedangkan Singa memiliki berat tubuh sekitar 250 kg.

Hubungan penambahan

Adik akan berkunjung ke Jakarata dan Bandung liburan kali ini.
Ayah membelikan aku baju dan sepatu baru.
Ibu memasak nasi goreng dan menggoreng telur. 
Dani membersihkan kamar dan menyapu lantai. 

Hubungan penyertaan

Ayah bersama ibu akan pergi ke Jakarta. 
Shinta bersama dengan Budi mengerjakan tugas di rumah Dika.
Dani serta kakaknya akan pindah dari sekolah kita.
Kucing serta kelinci berlari dengan sangat kencang. 
Dona bersama dengan ibunya pergi ke pasar.

Hubungan Pertentangan

Deri ingin membeli sepeda motor tetapi dia tidak memiliki uang.
Shinta adalah anak yang sangat pandai namun dia sangat pemalas.
Kucingku sangatlah lucu namun bulunya tidak begitu lebat.
Ayah ingin membeli mobil baru tetapi ibu tidak mengijinkannya.
Budi telah berjanji kepadaku tetapi dia mengingkarinya.

Hubungan pemilihan

Aku yang harus pergi atau kamu yang pergi dari sini.
Apakah Ibu yang akan membelikannya atau ayah yang akan membayarnya?
Apakah Budi yang mengambil buku itu atau Doni pelakunya ?
Apakah kamu mau ikut ke Jakarta atau kamu tinggal di rumah ?
Apakah Kakak yang membuka pintu itu atau Ayah yang membukanya ?



Nah Sobat, kalimat – kalimat di atas adalah contoh – contoh kalimat konjungsi koordinatif. Singkatnya, kalimat konjungsi koordinatif adalah kalimat yang menggunakan konjungsi koordinatif untuk menggabungkan dua buah klausa atau kalimat yang hubungannya setara atau sederajat. 

Sampai di sini perjumpaan kita kali ini. Terimakasih telah berkunjung dan sampai jumpa lagi pada artikel – artikel menarik lainnya. 
Puluhan Contoh Kalimat Konjungsi Koordinatif dan Pembahasan | aria nugraha | 5