Contoh Unsur Intrinsik dan Ekstrinsik pada Cerpen dan Novel

.
.
Unsur Intrinsik dan Ekstrinsik pada Cerpen dan Novel beserta Penjelasanya - Halo Sobat, Novel dan cerpen adalah sebuah karya sastra berbentuk tulisan yang isinya berupa cerita. Namun, tahukah Anda? Novel dan cerpen tersusun dari beberapa unsur yang disebut juga sebagai unsur pembangun. Unsur-unsur pembangun tersebut adalah unsur intrinsik dan unsur ekstrinsik. 

Apakah yang dimaksud dengan kedua unsur tersebut? Pada kesempatan kali ini kita akan membahas mengenai unsur-unsur instrinsik dan ekstrinsik pada sebuah novel dan cerpen. 

Unsur Instrinsik


Unsur instrinsik adalah unsur-unsur pembangun cerpen dan novel yang berasal dari dalam cerpen atau novel itu sendiri. Ada beberapa unsur yang membangun kedua bentuk prosa baru ini dari dalam, diantaranya adalah:

1. Tema

Tema adalah unsur yang paling penting dalam sebuah cerpen. Tema ini disebut juga dengan nyawa atau inti dari cerpen itu sendiri. Hal ini dikarenakan, tema menjadi acuan penulis dalam membuat suatu cerita.

Biasanya tema tidak diberitahukan secara langsung, tetapi tersirat di dalamnya. Oleh karena itu, pembaca harus membaca novel atau cerpen itu sebelum mengetahui apa tema novel tersebut.

Sebelum membuat cerita, penulis harus terlebih dahulu menentukan tema apakah yang akan dia buat. Apakah tentang kehidupan, cinta, perjuangan, dan lain-lain. Setelah itu, barulah mereka dapat mengembangkan certia tersebut.


2. Tokoh dan Penokohan

Ketika membahas kedua unsur ini, sering terjadi kesalahan karena pada umumnya mereka menganggap kedua unsur ini sama. Namun, sebenarnya tokoh dan penokohan adalah dua unsur yang berbeda.

Tokoh adalah orang-orang yang terlibat di dalam cerita tersebut. Ada 3 jenis tokoh yang bisa kita temukan di dalam cerita, yaitu:
  1. Protagonis : Tokoh-tokoh yang memiliki sifat baik atau biasanya menjadi tokoh utama.
  2. Antagonis : Tokoh yang memiliki sifat jahat, biasanya merupakan musuh dari tokoh protagonist.
  3. Tritagonis : Tokoh tambahan yang menjadi penengah diantara kedua tokoh lainnya.


Sedangkan, penokohan adalah bagaimana cara sang penulis memberikan atau menyampaikan watak tokoh-tokoh dalam ceritanya. Ada dua macam penokohan di dalam cerita, yaiu:

Penokohan langsung
Penokohan langsung adalah penyampaiaan watak tokoh secara langsung oleh penulis di dalam ceritanya. 

Contoh:
Budi adalah anak yang baik. Dia suka membantu orang-orang di sekitarnya.

Penokohan tidak langsung
Penokohan tidak langsung adalah penyampaian watak tokoh secara tidak langsung atau tersirat di dalam cerita. Hal ini bisa dilihat dari perilaku sehari-hari atau perilaku tokoh kepada orang lain.

Contoh: Ketika Budi melihat nenek itu berjalan membawa barang berat, betapa miris hati Budi. Dia pun bergegas pergi menghampiri nenek itu dan membawakan barangnya. 


3. Lattar atau Setting

Lattar atau setting adalah tempat dimana terjadinya suatu peristiwa atau cerita di dalam novel dan cerpen tersebut. Ada beberapa jenis lattar atau setting yang bisa kita temukan di dalam sebuah cerita, diantaranya adalah:
  1. Lattar tempat : Berkaitan dengan tempat dimana cerita itu terjadi
  2. Lattar waktu : Berkaitan dengan kapan peristiwa itu terjadi. 
  3. Lattar suasana : Berkaitan dengan keadaan suasana yang terjadi di dalam cerita, apakah gembira, senang, atau sedih. 



4. Alur atau Plot

Alur atau plot adalah berkaitan dengan bagaimana cara atau jalannya cerita tersebut disampaikan oleh sang penulis. Ada tiga macam alur yang biasa ditemukan dalam novel dan cerpen, diantaranya adalah:

  1. Alur maju : Alur ini menceritakan sebuah cerita dengan runtut dan bertahap dimulai dari tahap perkenalan hingga akhir.
  2. Alur Mundur : Alur ini menceritakan sebuh cerita dengan cara flash back. Dengan kata lain, penulis menceritakan kembali awal mula kejadian atau peristiwa yang ada di dalam novel.
  3. Alur campuran : Alur ini membawa ceritanya dengan cara menceritakan dari awal dan sewaktu-waktu ada flash back di dalam cerita tersebut.



5. Sudut Pandang atau Point of View

Sudat pandang pengarang adalah bagimana sang penulis menempatkan diri di dalam cerita tersebut. Apakah sang penulis terlibat, menjadi tokoh utama, tokoh pendukung, atau menjadi orang yang berada di luar cerita. Dengan kata lain, tidak terlibat sama sekali.

Ada beberapa macam point of view yang sering digunakan oleh para pengarang, diantaranya adalah:

Sudut pandang orang pertama: 

Pengarang menceritakan ceritanya dengan memposisikan dirinya terlibat di dalam cerita tersebut. Sudut pandang ini biasanya dicirikan dengan penggunaan kata ganti orang pertama, seperti aku, saya yang merujuk pada tokoh utama.

Sudut Pandang orang kedua:

Pengarang ikut terlibat di dalam cerita tersebut, tetapi bukan sebagai tokoh utama. Biasanya pengarang menceritakan orang lain, seperti temannya, atau orang yang dia kenal sebagai tokoh utama. Kata ganti yang digunankan biasanya kata ganti orang kedua, seperti kamu, engkau, dan sebagainya.

Sudut pandang orang ketiga:

Pengarang menceritakan ceritanya dengan cara tidak terlibat di dalam cerita tersebut. Dengan kata lain, pengarang murni menceritakan kisah orang lain sebagai tokoh utama. Kata ganti yang sering digunakan adalah kata ganti orang ketiga, seperti dia, atau nama orang.


6. Gaya Bahasa

Gaya bahasa bisa menjadi ciri khas dari sebuah novel karena setiap pengarang memiliki gaya bahasa yang berbeda-beda. 

Gaya bahsa di dalam sebuah novel dan cerpen merujuk pada penggunaan majas, kata kiasan, maupun peribahasa.


7. Amanat

Unsur Instrinsik yang terakhir dari sebuah novel dan cerpen adalah amanat. Amanat adalah pesan yang terkandung di dalam karangan tersebut dan bisa dijadikan sebagai pelajaran oleh para pembacanya. 



Unsur Ekstrinsik 


Unsur ekstrsinsik adalah unsur-unsur yang membangun suatu novel dan cerpen dari luar. Ada beberapa unsur ekstrinsik, diantaranya adalah:

1. Latar belakang penulis

Latar belakang penulis bisa mempengaruhi isi cerita tersebut, pengaruh tersebut datang dari kondisi psikologis, aliran, dan keadaan sang penulis tersebut.

2. Latar belakang masyarkat

Latar belakang masyarakat juga ikut mempengaruhi sebuah novel. Pengaruh tersebut berasal dari keadaan yang sedang atau tengah terjadi di masyarakat. Biasanya pengarang meciptakan novel sesuai dengan keadaan di sekitarnya.

3. Nilai-nilai di masyarakat

Nilai-nilai di masyarakat adalah nilai-nilai baik yang ingin disampaikan dalam sebuah novel oleh pengarangnya.  





Nah, sampai di sini pembahasan artikel ini mengenai unsur – unsur pembangun cerpen dan novel yang berasal dari dalam atau disebut juga dengan unsur instrinsik dan unsur pembangun dari luar disebut dengan unur ekstrinsik. 

Terimakasih atas kunjungannya temukan pula artikel - artikel menarik lainnya di dalam blog kami. 
Contoh Unsur Intrinsik dan Ekstrinsik pada Cerpen dan Novel | aria nugraha | 5