Imbuhan: Pengertian, Jenis, dan Contoh Kata Berimbuhan

.
.
Pengertian Imbuhan, Jenis, dan Contoh Kalimat Berimbuhan LengkapHai, Hai Sobat, jumpa lagi dalam artikel kali ini yang akan membahas materi tentang imbuhan. Artikel kali ini akan mengupas tuntas tentang pengertian, jenis dan contoh kalimat imbuhan secara detail. Nah, tanpa berlama – lama lagi, mari kita mulai saja pembahasannya.

Pengertian Imbuhan


Imbuhan adalah bunyi – bunyi yang ditambahkan kepada kata dasar untuk menguabah atau menambahkan makna pada kata dasarnya. Imbuhan – imbuhan tersebut bisa diletakkan di awal (prefiks), di tengah/sisipan (infiks), akhir (suffikis), dan awalan-akhiran (konfiks) kata dasar. Jenis – jenis imbuhan tersebut mempunyai fungsi yang berbeda – beda. 

Jenis – Jenis Imbuhan


Ada beberapa jenis imbuhan yang sering sekali digunakan, diantaranya adalah awalan, sisipan, akhiran, dan awalan – akhiran. Nah, sobat berikut ini adalah jenis – jenis imbuhan.

1. Awalan


Imbuhan yang diletakkan pada awal kata dasar disebut dengan awalan (prefiks). Ada beberapa imbuhan awalan, di antaranya adalah:

me-

Imbuhan me- berfungsi untuk membentuk kata kerja aktif pada kata dasarnya. Imbuhan me- bisa berubah – ubah menjadi beberapa bentuk sesuai dengan kata dasar yang diikutinya. 

Contoh:
Dobrak + men - = Mendobrak
Pencuri itu mendobrak pintu rumahku dan mencuri beberapa barang berharga.

Ambil + meng- = Mengambil
Aku mengambil buku yang tertinggal di rumah. 

Sapa + meny- = menyapa
Setiap hari aku menyapa dirinya. 

Bimbing + mem- = membimbing
Tugas seorang guru adalah membimbing anak muridnya. 

kecil + menge- = mengecil 
Sepatuku mengecil karena kakiku membesar. 


ber-

Imbuhan ber- juga bisa berubah menjadi dua bentuk yaitu bel- dan be-. Apabila imbuhan ber- bertemu dengan kata dasar yang diawali dengan konsonan, maka ber- menjadi be.

Contoh :
Kerja + ber- = bekerja
Ajar + ber- = belajar.


di-

Imbuhan di- tidak memiliki perubahan bentuk dan berfungsi untuk membentuk makna pasif pada kata dasarnya.

Contoh: 
Buang + di- = dibuang
Sampah – sampah dibuang ke tempat sampah oleh ibu.


ter-

Imbuhan ter- juga tidak memiliki perubahan khusus, tetapi memiliki beberapa fungsi di antaranya adalah:

Sebagai penunjuk makna ketidaksengajaan.
Contoh : 
buang + ter- = terbuang ; Barangku terbuang ke kotak sampah ketika aku tidak ada di rumah.

Sebagai pembentuk kata sifat
Contoh :
Baik + ter- = terbaik ; kelasku menjadi kelas yang terbaik di sekolah.

Sebagai pembentuk kata pasif
Contoh :
Injak + ter- = terinjak ; kakiku terinjak oleh Budi


pe-

Imbuhan pe- memiliki beberapa macam bentuk perubahan, di antaranya adalah peng-, penye-, dan per-. Imbuhan ini juga memiliki fungsi sebagai berikut:

Sebagai penunjuk pelaku :
pekerja, pelajar, pembohong, pemberi, pengurus, pembantu, dan lain – lain.
Aku adalah seorang pelajar di SMAN 1 Bagun Pagi. 

Sebagai pembentuk kata perintah : Perlambat, pertajam, perindah, percantik, dan lain – lain.
Percantik lukisan itu!

Sebagai penunjuk sifat : pemalu, pemaaf, dan lain – lain.
Dia adalah anak yang pemalu.

Sebagai penunjuk alat: penghapus, penggaruk, penggoreng, penggiling, dan lain – lain.
Ibu menggunakan panci penggoreng sebagai wadah. 


ke-

Imbuhan ke- tidak memiliki bentuk perubahan dan berfungsi sebagai penunjuk urutan. 

Contoh : Dua + ke = kedua, ketiga, keempat, dan seterusnya.



2. Sisipan


Sisipan adalah imbuhan yang diletakkan di tengah – tengah kata dasar. Imbuhan ini diantaranya adalah –el-, -em-, dan –er. 

Contoh : 

Getar + er = gemetar. 
Tali – el = Temali.



3. Akhiran 


Akhiran adalah imbuhan yang diletakkan pada bagian akhir kata dasar dan disebut juga dengan suffiks. Ada beberapa jenis imbuhan ini, antara lain:

-kan/-i

Imbuhan - imbuhan ini sebagai pembentuk makna perintah.

Contoh : ambilkan, datangkan, bawakan, tuangkan, datangi, diami, dan lain – lain


-an

Imbuhan –an berfungsi untuk:

Sebaagi penunjuk bagian: 
satuan, kiloan, dan lain – lain

Sebagai penunjuk alat: 
timbangan, angkutan

Sebagai penunjuk tempat: 
lapangan, lautan, daratan, dan lain – lain.


-pun

Imbuhan ini berfungsi untuk membentuk makna juga. 

Contoh: akupun, Merekapun, kamipun, dan sebagainya. 


-kah

Imbuhan ini berfungsi untuk menegaskan kata dasarnya.

Contoh: Mudahkah, benarkah, iyakah, dan lain – lain. 



4. Awalan dan Akhiran


Imbuhan ini disebut dengan konfiks dan diletakkan pada bagian awal dan akhir kata dasar. Fungsi imbuhan konfiks di antaranya adalah:


me-kan

Sebagai pembentuk makna aktif
Contoh : Membanggakan, membangunkan, mengantarkan, dan lain – lain.


pe-a

Sebagai pembentuk makna kata benda
Contoh: Pengampunan, pengasingan, pengaduan, dan lain – lain. 


se-nya

Sebagai kata pengulangan
Contoh: Sepandai – pandainya, sebaik – baiknya, semahal – mahalnya, dan lain – lain. 



Demikianlah Sobat pembahasan kita kali ini mengenai pengertian, jenis, dan contoh kalimat imbuhan. Intinya adalah, imbuhan merupakan penambahan bunyi pada kata dasar yang berfungsi untuk menambah atau merubah makna pada kata dasar. 

Sampai di sini perjumpaan kita kali ini. Semoga artikel ini bisa menjadi referensi yang bagus untuk Sobat semua dan juga terimakasih telah belajar bahasa Indonesia bersama kami.
Imbuhan: Pengertian, Jenis, dan Contoh Kata Berimbuhan | aria nugraha | 5