Kata Ulang: Definisi, Jenis, dan Contohnya Lengkap

.
.
Pengertian, Jenis, dan Contoh Kata UlangHalo Sobat! Kali ini kita akan membahas tuntas mengenai materi kata ulang dalam bahasa Indonesia, dimulai dari pengertian kata ulang, jenis kata ulang dan contoh kalimat kata ulang. Tanpa berlama – lama lagi, marilah kita mulai pembahasannya!

Apasih kata ulang itu ? 


Kata ulang adalah kata – kata yang telah mengalami proses reduplikasi atau pengulangan baik merubah bentuk maupun maknanya. Kata ulang ini  adalah kata yang menambah ragam kekayaan kosa kata bahasa Indonesia. 

Ada banyak sekali jenis- jenis kata ulang yang biasa kita temui dalam percakapan sehari – hari, kata – kata ulang tersebut diantaranya adalah kata ulang sebagian, menyeluruh, dan masih banyak lagi. Nah, Sobat setelah ini kita akan membahas jenis - jenis kata ulang.  

Jenis – Jenis Kata Ulang


Kata ulang memiliki beberapa jenis, diantaranya adalah kata ulang berdasarkan bentuk dan kata ulang berdasarkan makna yang dibentuk. Nah berikut ini adalah jenis – jenis dan contoh kata ulang. 

Kata Ulang Berdasarkan Bentuk 

Kata ulang ini adalah kata - kata yang mengalami perubahan pada bentuk katanya. Nah, marilah kita bahas satu – persatu jenis – jenis kata ulang berikut ini.

1. Dwipurwa (Sebagian)

Dwipurwa adalah kata ulang sebagian. Kata – kata jenis ini mengalami perulangan pada sebagian katanya saja, contohnya adalah leluasa, sesaji, dedaunan, leluhur, pepohonan, pegunungan, tetua, lelaki, dan lain – lain.  

Contoh:

Dedaunan itu gugur tertiup oleh angin. 
Mereka menaruh sesaji di depan gua yang terkenal angker itu. 
Pepohonan rubuh akibat diterjang oleh angin kencang. 

2. Dwilingga

Dwilingga adalah kata ulang menyeluruh. Kata ulang jenis ini adalah kata yang mengalami pengulangan secara keseluruhan. Contohnya adalah bapak – bapak, anak – anak, rumah – rumah, buku – buku, dan lain – lain. 

Contoh Kalimat:
Anak – anak merasa gembira karena mereka akan pergi bertamasya. 
Kami mengumpulkan buku – buku untuk disumbangkan kepada yang membutuhkan. 

3. Kata ulang berubah bunyi

Jenis kata ulang ini mengalami perulangan disertai dengan perubahan bunyi pada sebagian kata. Misalnya teka – teki, utak – atik, mondar – mandir, gotong – royong, lauk – pauk, sayur – mayur, dan lain  lain. 

Contoh Kalimat:
Para warga melakukan gotong – royong untuk membersihkan desa. 
Dika mengutak – atik komputernya hingga menjadi rusak.

4. Kata ulang berimbuhan

Jenis kata ulang ini terjadi akibat penambahan imbuhan pada sebagian kata. Misalnya Tarik – menarik, maaf – memaafkan, pukul – memukul, panggil – memanggil, putar – memutar, dan lain – lain. 

Contoh Kalimat :
Aku diajarkan oleh ibu untuk tolong menolong antar sesama teman. 
Kita harus maaf – memaafkan di hari yang suci ini. 

5. Kata ulang semu

Jenis kata ulang ini adalah kata yang mengalami proses pengulangan seluruhnya tetapi tidak bisa dipisahkan, misalnya kupu – kupu, laba – laba, umang – umang, pura – pura, lain – lain, dan sebagainya. 

Contoh Kalimat :
Rumah ini dipenuhi oleh sarang laba – laba. 
Dia pura – pura tidak mengenal orang tuaanya akibatnya tuhan murka kepadanya. 




Kata Ulang Merubah Makna Kata


1. Menyatakan kesamaan

Kata ulang yang mengalami pembentukan makna ini adalah keibu – ibuan, kemuda – mudaan, kebiru – biruan, kemerah – merahan, dan lain – lain. 

Contoh :
Karena sikapnya yang keibu – ibuan, aku sangat mengaguminya. 
Wajahnya kebiru – biruan karena terkena bola. 

2. Menyatakan saling 

Kata ulang yang mengalami pembentukan makna ini pukul – memukul, salam – salaman, rangkul – merangkul, maaf – memaafkan, tolong – menolong, tukar - menukar dan lain – lain. 

Contoh Kalimat :
Setelah acara itu selesai, semua orang salam – salaman satu sama lain. 
Bemaaf – memaafkanlah kalian sebelum kalian telah tiada!

3. Menyatakan jamak dan beragam

Kata ulang yang mengalami pembentukan makna ini adalah sayur – mayur, buah – buahan, - tumbuh – tumbuhan, mobil – mobil, bapak – bapak, dan lain – lain. 

Contoh Kalimat:
Ibu menyurhku memakan sayur – mayur agar sehat. 
Mobil – mobil yang terparkir itu milik para pejabat. 

4. Menyatakan intensitas

Kata ulang yang mengalami pembentukan makna ini adalah bolak – balik, mondar-mandir, jalan-jalan, makan-makan, berjam-jam, bertahun - tahun dan lain-lain.

Contoh Kalimat:
Aku telah menunggunya pulang selama bertahun – tahun. 
Kami diundang ke rumah Doni untuk makan – makan bersama. 

5. Menyatakan bilangan

Kata ulang yang mengalami pembentukan makna ini adalah satu-satu, dua-dua, tiga-tiga, empat-empat, dan sebagainya. 

Contoh Kalimat:
Dika membagikan bungkusan nasi satu persatu kepada anak yatim. 

6. Menyatakan keadaan atau situasi

Kata ulang yang mengalami pembentukan makna ini adalah mentah – mentah, hidup-hidup, merah-merah, dan lain-lain.

Contoh Kalimat :
Cacing itu dimakan hidup – hidup sebagi obat typus. 
Petani buah alpukat memanen buahnya mentah – mentah sebelum terkena penyakit hama. 

7. Menyatakan suatu bentuk kegiatan 

Kata ulang yang mengalami pembentukan makna ini adalah masak – memasak, jahit – menjahit, dan sebaainya.

Contoh Kalimat:
Mereka mengundangku untuk masak – memasak di rumah Budi.
Jahit – menjahit adalah keahlian Budi. 




Nah Sobat, demikianlah pembahasan kita kali ini mengenai pengertian kata ulang, jenis kata ulang, dan contoh kata ulang. Poin penting dari pembahasan ini yaitu kata ulang adalah kata - kata yang mengalami proses reduplikasi. 

Sampai di sini Sobat, perjumpaan kita kali ini semoga artikel ini bisa membantu Sobat dalam mempelajari bahasa Indonesia. Terimakasih telah berkunjung dan sampai jumpa pada artikel menarik selanjutnya.
Kata Ulang: Definisi, Jenis, dan Contohnya Lengkap | aria nugraha | 5