Bacalah Perbedaan antara Prosa lama dan Prosa Baru !

.
.
Pengertian dan perbedaan Prosa Lama dan Prosa Baru - Halo Sobat, Jumpa lagi dalam artikel kali ini yang akan membahas pengertian prosa dan perbedaan antara prosa lama dan prosa baru beserta dengan contoh - contohnya. 

Namun, apakah yang dimaksud dengan prosa tersebut ? Prosa adalah sebuah karya sastra yang tidak terikat aturan - aturan penulisan seperti yang ada di dalam puisi maupun pantu. Oleh karena itu, prosa sering disebut dengan karya sastra bebas. 

Baiklah, tanpa berlama - lama lagi, berikut ini adalah penjelasan mengenai prosa lama, prosa baru dan contoh - contohnya lengkap!

Prosa Lama 


Prosa lama adalah karya sastra yang ada dan berkembang di masyarakat Indonesia pada zaman dahulu (lama). Masyarakat lama adalah masyarakat yang masih tradisional di wilayah Indonesia. Pada awlanya, sastra ini hadir sebagai sastra lisan yang tidak dibukukan. Contohnya adalah mite, dongeng, legenda, fabel, dan hikayat.  Cerita tersebut biasanya menceritakan kisah khusus untuk anak- anak atau disebut juga dengan cerita anak, seperti dongeng Si Kancil, Aladin dan lain- lain. Cerita tersebut disampaikan secara lisan dari mulut ke mulut secara turun temurun. Penjelasan contoh prosa lama tersebut adalah sebagai berikut.

  1. Dongeng  adalah cerita yang berupa hasil imajinasi atau khayalan pengarang dan isi ceritanya belum tentu benar terjadi.
  2. Fabel adalah cerita rekaan (fiksi) tentang kehidupan binatang yang perilakunya seperti manusia. Contoh cerita Si Kancil yang Cerdik.
  3. Hikayat adalah prosa lama tentang sejarah yang apabila dibaca berfungsi menghibur, dan penumbuh semangat berjuang. Contohnya adalah Hikayat Hang Tuah.
  4. Legenda adalah dongeng tentang suatu kejadian alam, asal-usul suatu daerah. Contoh Asal Mula Tangkuban Perahu, Malin Kundang, dan Asal-Mula Candi Prambanan.
  5. Mite adalah kisah yang menceritakan sejarah , dewa-dewa atau cerita yang mengandung hal- hal gaib. Contohnya adalah Cerita Nyi Roro Kidul


Prosa Baru


Sedangkan prosa baru adalah karya sastra yang isi ceritanya sudah dipengaruhi oleh kebudayaan modern dan hadir di zaman atau di sekitar masyarakat modern. Prosa baru terdapat beberapa jenis, yaitu novel, cerpen, novelet, dan roman. Penjelasannnya adalah sebagai berikut.

Cerpen 

Cerpen adalah karya sastra prosa yang berukuran pendek atau bersifat relatif, karena ceritanya yang pendek cerpen dapat dibaca sekali  duduk. Jumlah kata dalam cerpen sebanyak  500an kata. Di dalam cerpen terdapat unsur pembangan yaitu unsur intrinsik dan ekstrinsik. Contoh cerpen seperti cerita Robohnya Surau Kami.

Novelet

Novelet adalah karya sastra yang memiliki panjang lebih dari cerpen namun tidak melebihi panjang novel.  Di dalam novelet terdapat unsur pembangun seperti tokoh, alur, latar, dan unsur- unsur pembangun yang lain.

Novel 

Novel berasal dari bahasa Italia yaitu novella, dalam bahasa Jerman novelle dan dalam bahasa Yunani novellus. Istilah-istilah tersebut kemudian masuk ke Indonesia menjadi novel yang mengundung arti yang sama dengan istilah novelet. Istilah tersebut berarti novel merupakan sebuah karya fiksi yang tidak terlalu panjang, tetapi tidak juga terlalu pendek. 

Nurgiyantoro (1994: 10) mengemukakan bahwa novel merupakan karya sastra yang dibangun oleh unsur-unsur pembangun, yakni unsur intrinsik dan ekstrinsik. Unsur intrinsik meliputi peristiwa, tema, tokoh dan penokohan, latar, sudut pandang. Unsur ekstrinsik meliputi aspek yang ada di luar novel, seperti aspek keagamaan, aspek sosial, aspek pendidikan, dan aspek kebudayaan. Contoh novel seperti Bidadari- Bidadari Surga, Hafalan Solat Delisa, Burlian, dan lain- lain.

Roman

Roman adalah  karya sastra yang lebih dahulu hadir daripada novel. Roman mengisahkan tentang cerita yang mengandung atau bersifat romantik dan biasanya bertema percintaan dan kepahlawanan. Karya sastra roman di Indonesia mirip dengan novel baik dari bentuk maupun isi. Roman juga mengisahkan pelaku dalam cerita beserta kehidupannya baik adat, keagamaan, dan bentuk kehidupan lainnya. 

Roman memiliki unsur intrinsik dan ekstrinsik sebagai unsur pembangunnya, seperti peristiwa, tokoh, alur, plot dan lain- lain. Unsur ekstrinsik yaitu unsur sosial, kebudayaan dan keagamaan. Oleh sebab itu novel dan roman sering dianggap sama.




Demikianlah penjelasan mengenai prosa lama dan prosa baru beserta dengan contoh - contohnya Intinya, perbedaan antara prosa lama dan prosa baru terletak pada isinya. Prosa lama kebanyakan mencertakan kisah - kisah imajinasi untuk anak - anak maupun kisah kerajaan. Sedangkan prosa baru kebanyakan menceritakan tentang kehidupan.

Sampai di sini perjumpaan kita kali ini dalam artikel pengertian dan perbedaan prosa lama dan prosa baru. Semoga artikel ini dapat menjadi referensi yang baik buat Sobat semua. Terimakasih telah membaca dan temukan pula artikel - artikel menarik lainnya.
Bacalah Perbedaan antara Prosa lama dan Prosa Baru ! | aria nugraha | 5