Pembahasan Gaya Bahasa dalam Cerpen dan Contoh Lengkap

.
.
Pembahasan Gaya Bahasa dalam Cerpen, Jenis Gaya Bahasa, dan Contoh Gaya Bahasa - Hay Sobat Prbahasa! tentunya gaya bahasa tidak asing lagi bagi telinga kalian. Namun, tahukah kalian, gaya bahasa memiliki contoh yang sangat banyak. Apa sajakah jenis-jenis dan contoh gaya bahasa tersebut. Nah, berikut ini adalah penjelasan mengenai gaya bahasa lengkap dengan pengertian gaya bahasa dan contoh-contohnya.
 

Gaya Bahasa 

Dalam cerpen, gaya bahasa adalah bagaimana seorang penulis menyampaikan isi ceritanya dalam bentuk tulisan. Gaya bahasa tersebut digunakan oleh penulis untuk memperindah tulisannya, sehingga tidak terkesan datar dan menarik untuk dibaca.
 
Setiap penulis memiliki gaya bahasa masing-masing. Dengan kata lain, gaya bahasa ini dapat menjadikan ciri khas seorang penulis dalam membuat suatu cerpen. Sobat, sebenarnya, ada 2 jenis gaya bahasa, tetapi dari kedua jenis gaya bahasa tersebut ada puluhan gaya bahasa. 

Kedua jenis gaya bahasa tersebut diantaranya adalah gaya bahasa retorika, dan gaya bahasa kiasan. Nah Sobat, berikut ini adalah pembahasan lengkap mengenai gaya bahasa.
 

A. Gaya Bahasa Kiasan

Gaya bahasa kiasan adalah gaya bahasa yang maknanya tidak disampaikan secara langsung atau tersurat, tetapi tersirat di dalam tulisan tersebut. Adapun jenis-jenis gaya bahasa kiasan adalah sebagai berikut:
 
1. Personifikasi
Gaya bahasa ini mengumpamakan benda mati seolah-olah memiliki nyawa atau hidup.
Contoh: Sinar mentari pagi menyapa diriku yang masih memejamkan mata di atas tempat tidur.
 
2. Alegori
Gaya bahasa ini mengumpamakan suatu hal dengan benda atau simbol-simbol tertentu.
Contoh: Kami semua benci dengan lintah darat itu; Lintah darat berarti rentenir.
 
3. Metafora
Gaya bahasa ini membandingkan atau menyamakan suatu hal dengan hal lain, tetapi tidak menggunakan kata pembanding.
Contoh: Kehadirannya merupakan embun di dalam kehausan.
 
4. Simile
Gaya bahasa ini sama dengan metafora, yaitu membandingkan suatu hal, tetapi simile menggunakan kata pembanding.
Contoh: Senyumnya laksana pelangi yang menyejukkan hati.
 
5. Sarkasme
Gaya bahasa ini menyampaikan maknanya dengan bahasa yang kasar.
Contoh: Enyah kau dari hadapanku !
 
6. Antifrasis
Gaya bahasa yang maknanya secara berkebalikan dengan apa yang disampaikannya.
Contoh: Kalau berani, tanyakan saja pada Budi, si pintar itu. (Budi tidak tahu apa-apa)
 
7. Iniendo
Gaya bahasa berupa sindiran yang disampaikan dengan cara mencari kesalahan atau kekurangan dari suatu hal.
Contoh: Putri raja itu sangat cantik rupawan, sayang kepribadiannya sangat buruk.
 
8. Satire
Gaya bahasa ini adalah sindiran yang merupakan kritik.
Contoh: Cara bicaramu itu sangat tidak sopan.
 
9. Ironi
Sama seperti satire, dan iniendo, tetapi Ironi disampaikan dengan cara yang halus.
Contoh: Tuisan Budi seperti tulisan dokter.
 
10. Hipalase
Gaya bahasa ini menerangkan sebuah kata tapi sebenarnya kata tersebut untu menjelaskan kata yang lainnya.
Contoh:
 
11. Antomonasia
Gaya bahasa yang menganti nama seseorang dengan nama julukan, atau semacamnya. 
Contoh: Bapak Proklamator kita telah menghembuskan nafas terakhirnya.
 
12. Metonimia
Gaya bahasa yang memanggil nama seorang dengan nama panggilan, seperti nama gelar, ciri fisik, sifat, dan lain sebagainya.
Contoh: Apa kau melihat si kurus akhir – akhir ini ?
 
13. Sinekdok pars pro toto
Gaya bahasa ini menyebut sebagian untuk mewakili keseluruhan.
Contoh: Sampai sekarang Budi belum terlihat batang hidungnya.
 
14. Sinekdok totum pro tate
Gaya bahasa ini menyebut keseluruhan untuk sebagian
Contoh: Indonesia bertemu dengan Australia dalam kejuaraan Bulu Tangkis dunia.
 
15. Epitet
Merupakan phrasa reskriptif dan digunakan untuk mengganti nama seseorang.
Contoh: Aku sudah lama tidak bertemu dengan sang buah hatiku.
 
16. Eponim
Merupakan gaya bahasa yang mengganti nama seseorang dengan nama orang lain karena memiliki kesamaan watak, sifat, kemampuan, dan lain-lain.
Contoh: Ronaldonya Indonesia mendapat penghargaan permain terbaik semalam.
 
17. Alusi
Merupakan gaya bahasa yang menyamakan suatu hal dengan lainnya karena adanya kemiripan.
Contoh: Aku akan berkunjung ke Varis Van Java minggu depan.

 

B. Gaya Bahasa Retorika

Gaya bahasa retorika adalah gaya bahasa yang maknanya disampaikan langsung atau tersurat di dalam kalimat tersebut. Berikut adalah jenis-jenis gaya bahasa retorika:
 
1. Paradoks
Gaya bahasa yang mengandung pertentangan.
Contoh: Rini adalah anak yang pintar, tetapi dia sangat sombong.
 
2. Hiperbola
Gaya bahasa yang bahasaya sengaja dilebih-lebihkan.
Contoh: Tertawanya dapat mengguncang dunia.
 
3. Oksimoron
Gaya bahasa yang sama dengan paradoks, tetapi lebih singkat.
Contoh: Budi adalah orang kaya yang kikir.
 
4. Tautologi
Gaya bahasa yang menyatakan sesuatu dengan berulang-ulang dan kata yang digunakan maknanya sama.
Contoh: Tida ada angin tidak ada badai, Budi datang memberiku hadiah.
 
5. Koreksio Epanotesis
Gaya bahasa yang  seolah-olah untuk menyakinkan tetapi mengandung keraguaan.
Contoh: Sudah dua hari dua malam kucingku tidak pulang, bahkan lebih dari itu.
 
6. Silepsis dan Zeugma
Gaya bahasa yang berupa kata-kata yang tidak sejenis atau relevan satu sama lain.
Contoh: Aku sudah mendengar informasi itu melalui surat kabar.
 
7. Litotes
Gaya bahasa yang merendahkan diri tetapi tidak sesuai dengan kenyataan yang diutarakan.
Contoh: Mampirlah ke rumah reotku ini!
 
8. Histeron Proteron
Gaya bahasa yang menggunakan logika yang tidak wajar.
Contoh:
Menangislah sampai keluar darah, aku tidak akan menolongmu.
 
9. Kiasmus
Gaya bahasa yang berupa kalimat pengulangan yang terlihat seimbang tetapi sebenarnya memiliki pertentangan.
Contoh: Sebenarnya Budi adalah orang yang amat sangat baik, tetapi perbuatan Aguslah yang telah membuat dia tega melakukan itu.
 
10. Elipsis
Gaya bahasa yang salah satu unsur kalimat di dalamnya sengaja dihilangkan.
Contoh: Hidup ini memiliki dua sisi, ada baik ada …. ada panas ada ….
 
11. Prolepsis
Gaya bahasa yang makna kalimat sebenarnya dapat diketahui dari kalimat sebelumnya.
Contoh: Anak itu mendapatkan durian runtuh. Pertama dia memenangi undian berhadiah motor, dan kemudian dia mendapatkan hadiah uang tunai.
 
12. Aliterasi
Gaya bahasa yang berupa perulangan kata yang berbunyi konsonan.
Contoh:
Seorang lelaki haruslah kuat, pintar, dan sigap.
 
13. Asonansi
Gaya bahasa yang berupa perulangan kata yang berbunyi vokal.
Contoh: Kura-kura di dalam perahu, berdiam diri sambil mencari tahu.
 
14. Anastrof
Gaya bahasa yang pola kalimat dibalik dan tidak lazim.
Contoh: Terlalu baik wanita itu untuk orang seperti Budi.
 
15. Apofasis/Preteresio
Gaya bahasa yang digunakan untuk menyampaikan kontradiksi atau pertentangan , seperti seakan-akan menolak tetapi sebenarnya menerima, seolah-olah memuji tetapi sebenarnya mengejek, dan lain sebagainya.
Contoh: Janganlah repot-repot mengeluarkan makanan, kalau sudah begini aku tidak bisa menolaknya lagi.
 
16. Apostrof
Gaya bahasa yang seolah-olah menolak tetapi sebenarnya justru menginginkannya, seolah-olah mengejek tetapi sebenarnya memuji.
Contoh: Tubuh kamu pendek, tetapi pemikiranmu sangatlah panjang.
 
17. Eufemisme
Gaya bahasa yang makna suatu kalimat disampaikan lebih halus.
Contoh: Budi harus pensiun dini karena perbuatannya itu.
 
18. Asindenton
Gaya bahasa yang tidak menggunkan konjungsi dalam kata atau frasa yang sejajar.
Contoh: Dia selalu mendapatkan apa yang dia mau, memerintah orang lain dengan seenaknya, bersikap seperti orang yang tidak butuh bantuan orang lain, itulah Budi.  
 
19. Polisidenton
Gaya bahasa yang maknanya disampaikan dengan kata sambung secara berulang.
Contoh: Aku bertanta kepada bulan-bintang, dan  kepada laut -samudra, tetapi tak satupun jawaban yang aku terima.
 
20. Erotesis
Gaya bahasa yang berupa pertanyaan yang tidak perlu dijawab.
Contoh: Bukankah kamu anak pria tua itu?
 
21. Pleonasme
Gaya bahasa seperti tautology. Berupa perulangan kata yang sebenarnya tidak diperlukan karena telah dijelaskan oleh kata pertama.
Contoh: Silahkan naik ke atas!
 
22. Perifrasis
Gaya bahasa seperti pleonasme tetapi memiliki proposi yang lebih banyak.
Contoh: Aku melihat Budi yang sangat lemah dan tidak berdaya, tidak memiliki kekuatan apapun, dan tidak bisa berbuat apapun. 




Demikianlah artikel kali ini mengenai pembahasan detail gaya bahasa. Bagaimana, mudah bukan ? Intinya, gaya bahasa digunakan oleh seorang penulis agar tulisannya menjadi baik dan indah. Selain itu, gaya bahasa juga memiliki contoh yang sangat banyak.

Nah, Sobat sampai di sini perjumpaan kita kali ini dalam pembahasan mengenai gaya bahasa, jenis, dan contoh-contoh gaya bahasa. Semoga pembahasan gaya bahasa ini dapat menjadi referensi yang baik bagi Sobat dalam mempelajari gaya bahasa. Terimakasih telah berkunjung dan sampai jumpa lagi dalam artikel menarik selanjutnya.
Pembahasan Gaya Bahasa dalam Cerpen dan Contoh Lengkap | aria nugraha | 5