Bacalah Cerpen Kisah Cinta Romantis Terbaru !

.
.
Contoh Cerpen Kisah Cinta Romantis Terbaru - Hay Hay Sobat ! Jumpa lagi dalam artikel kali ini. Setelah banyak memposting cerpen dengan kisah-kisah menarik, kali ini penulis mempersembahkan sebuah cerpen masih tentang cinta. Namun, kisah cinta kali ini lebih romantis dan lebih penuh akan drama.

Cerpen kali ini menceritakan tentang hubungan jarak jauh (LDR) yang dilakuan oleh dua insan manusia. Bagiamana, penasaran bukan? Baiklah, tanpa berlama-lama lagi, berikut ini adalah sebuah cerpen kisah cinta teromantis. 

Selamat membaca!


 Long Distance Relationship (LDR)

Sepertiga malam ini aku terbangun oleh alarm yang berdering kencang. Aku bergegas mengambil air wudhu dan memakai mukenaku. Penuh khusuk aku tunaikan dua rekaat dan kutadahkan kedua tangan ini. Ku sebut satu persatu orang-orang dalam doa berbalut kerinduan untuk mama, bapak, adik, keluarga semua  dan Nurul. Mama yang selalu sabar dan setia memelukku  saat rasa susah dan senang datang. Bapak yang selalu ada untukku tapi aku selalu bingung jika ingin berbicara dengannya. Adik yang selalu menyebalkan tetapi aku sayang.  Nurul yang selalu datang lalu pergi dari hati dan pikiran. Kupintakan selalu yang terbaik untukku dan mereka.  

Disemua pintaku harapkan sayangku yang tak berbatas selalu  dapat balasan sayang yang tak berbatas pula.  Selesainya shalat sepertiga malam kutunaikan, rasa dingin dan kantuk menyelimutiku. Dengan anggun kulangkahkan kaedua kakiku menuju tempat tidur.  Kunantikan azan subuh dengan tidur lelap. Lelapnya tidurku terhenti saat ku dengan ketukan keras pitntu yang diiringi suara “bangun subuh” berulang-ulang. Aku terperanjat menuju kamar mandi dan mengambil wudu untuk segera shalat subuh.
 
Selesainya shalat subuh dan baca Al-quran, ku buka pintu kamarku dan kuhirup sejuknya udara pagi yang belum tercemar hawa sesaknya dunia. Terpikir untuk memeluk  indahnya mentari pagi, tapi kudengar “ikring-kring” ponselku berbunyi tanda panggilan dari Nurul. “Selamat pagi kekasihku”, suara Nurul dari telpon. Ku sambut dengan “selamat pagi juga”. Sejenak kami berbincang sebelum melaksanakan tugas masing-masing.  Aku tengah mempersiapkan untuk melanjutkan ke S-2 . Kami berpacaran selama hampir 2 tahun dengan jarak yang jauh. Aku di Lampung dan dia di Jakarta. 

Jarangnya pertemuan kami membuat kami selalu berusaha fokus dengan kesibukan masing-masing.  Awalnya aku tidak biasa dengan keadaan yang jauh, sehingga perselisihan kerap terjadi. Tapi,  “Alhamdulillah “ berkat  izin Allah hubungan kami bertahan.
 
Kesibukanku semakin padat. sehari-hari aku ke kampus, mengajar, istirahat hanya di waktu shalat dan makan. Malam pun aku tidur larut karna masih ada pekerjaan yang harus ku selesaikan. Selepas shalat isya aku bersiap-siap istirahat karena hari ini merupakan hari yang melelahkan dan ditambah turun hujan membuat ku bersemangat tidur. Setelah aku membaca doa tidur aku mengambil selimut dan “kring-kring” tanda panggilan dari Nurul. Aku sedikit heran dengannya, akhir-akhir ini dia selalu perhatian padahal dulunya cuek. Saat itu kami berbicang seperti biasa, menanyakan aktivitas hari ini dan menanyakan tentang makanan. 

Setelah itu aku semakin mengantuk dan kudengar sayup-sayup will you marry me?. Mataku terbuka lebar, aku terdiam dan tak percaya membuat kantukku hilang. “Hallo”, katanya lagi dengan lembut. Ku sahut dengan kata “ya”. Aku ingin hubungan kita lebih serius sayang, aku ingin mengajakmu menikah. Aku terdiam memikirkan, rasanya tak percaya. Aku menjawab, sambil tersenyum “benarkah?” Aku pengennya dilamar dibawain bunga dan cicin emas loh dengan bercanda. “Setelah lebaran nanti aku akan meminangmu dan meminta di hadapan kedua orang tua sambil membawa bunga dan cincin’’. Sejenak aku terdiam, memikirkan aku masih menyelesaikan sekolahku.  Nurul berkata “Aku sudah lama menunggumu?”. Aku mencoba menggerakkan lidahku yang kelu, “ Bicarakanlah dengan Orangtuaku dulu, sudah malam aku ingin beristirahat, kamu cepat tidur, assalamualaikum”. Ku tutup telepon dan tidur.
 
Hari-hari terus kujalani dan Nurul semakin  serius dengan ucapannya. Mendekati hari raya aku dan Nurul pulang ke kampung halaman. Kami sering berbuka puasa bersama. Namun, belum bisa melaksanakan shalat bersama. Nurul semakin dekat dengan keluargaku. Namun, banyak yang menjadi pertimbanganku untuk menikah. Umurku memang masih muda, tapi juga sudah cukup untuk berumah tangga. Soal yang selalu mengganggu pikiran adalah tidak bisanya tinggal berdua setelah menikah dan dulu orangtuaku sempat menentang hubungan ini. Selepas shalat isya aku dipanggil bapak untuk membicarakan lamaran.  Hatiku bahagia karena doa-doaku dihijabah Allah. “Terima kasih Ya Allah” ucapku dalam hati. 

Setelah sekian lama akhirnya Allah kabulkan doaku. Setelah lebaran kami bertunangan.  Setelah bertunangan kami melanjutkan pekerjaan masing-masing. Komunikasi semakin intens, tidak hanya sekedar mengingatkan shalat tetapi juga memberi perhatian yang lebih. Dia semakin menyayangiku. Terkadang dia suka marah-marah karena seringnya aku sibuk dengan teman-temanku. Tak jarang kami juga bertengkar karena kecemburuan. Suatu ketika aku bertangkar hebat dengannya. Penyebabnya dia cemburu dengan sahabatku Ari. 

Namun, aku juga marah dengannya karena teman sekantornya. Sempat terbesit apakah aku tidak berjodoh dengannya. Aku menyayanginya, tapi jarak yang memisahkan kami membuat kami tak akur. Hampir 3 hari aku tidak berkirim pesan dengannya.  Hingga sampai seminggu, aku mencoba menghubunginya tapi ia tak semakin tak bisa dihubungi. Aku tak hanya tinggal diam. Ku cari info lewat temanya. Tidak secara gamblang aku menanyakannya, tapi aku yakin dia baik saja. Aku tak  berani mengatakan  kepada keluarga tentang keadaan ini, karena aku takut merubah pemikiran orangtuaku terhadapnya. 

Lama-kelamaan rindu hatiku tak tertahankan lagi. Aku menangis meratapi ini semua, hanya karena kecemburuan hubungan menjadi tidak baik. Ia juga tidak menunjukkan sikap dewasa menghilang tiada kabar. Hampir sudah 2 minggu aku hidup tanpa kabarnya. Aku bertahan dengan kesabaran dan rasa cinta di hati. Setiap menit ku lihat ponselku yang tak kunjung berdering tanda pesan darinya. Aku sudah berencana, jika 2 atau 3 hari tak ada kabar aku akan menyusulnya ke Jakarta.
 
Hari itu hari minggu, selepas aku shalat subuh aku kembali tidur karena beban pekerjaan, tugas kampus dan masalah dengannya membuatku merasa lelah. “Tok..Tok” suara pintu kamarku diketuk. Aku terkejut dan ngedumel karena mengganggu istirahatku. Ku buka pintu pintu perlahan dan ku lihat mawar merah dibawa seorang lelaki tampan. Senyumku merekah bahagia melihatnya datang dan sepontan aku memeluknya erat.


***


Demikianlah artikel kali ini tentang kisah cinta romantis. Semoga kisah cinta ini dapat menghibur dan menginspirasi kita semua. Terimakasih telah membaca cerpen cinta ini dan sampai jumpa lagi dalam artikel-artikel menarik selanjutnya. 
Bacalah Cerpen Kisah Cinta Romantis Terbaru ! | aria nugraha | 5