Kaidah Menggabungkan Kalimat Sesuai EYD

.
.
Kaidah lengkap dalam Menggabungkan Kalimat  - Sobat, Sebuah kalimat dalam bahasa Indonesia dapat dikembangkan kembali menjadi beberapa kalimat yang akhirnya akan membentuk sebuah paragraf. Nah, artikel kali ini akan membahas cara-cara menggabungkan kalimat menjadi kalimat majemuk dan juga cara menggabungkan beberapa kalimat menjadi paragraf yang padu. Baiklah, tanpa berlama-lama lagi, mari kita mulai. Selamat membaca!



Menggabungkan kalimat hendaknya harus mengikuti kaidah-kaidah yang telah ditetapkan dalam bahasa Indonesia. Terdapat dua jenis penggabungan kalimat, yaitu penggabungan kalimat menjadi kalimat majemuk dan penggabungan kalimat menjadi sebuah paragraf.

A. Menggabungkan Kalimat Menjadi Kalimat Majemuk

Kalimat majemuk ialah kalimat yang disusun dari penggabungan dua kalimat atau lebih dengan menggunakan kata penghubung.
Ada 2 jenis kalimat majemuk, yaitu:
  1. Kalimat Majemuk Setara
  2. Kalimat Majemuk Bertingkat

1. Kalimat Majemuk Setara

Kalimat majemuk setara merupakan gabungan kalimat-kalimat tunggal yang mempunyai pola sama atau setara yang dihubungkann menggunakan kata hubung.

Ciri-Ciri Kalimat Majemuk Setara:
  1. Kedudukan pola kalimat sama atau sederajat
  2. Mengunakan kata hubung setara, contohnya “dan”, “atau”, “tetapi”, dsb.
  3. Mempunyai pola umum: Subjek Predikat + Subjek Predikat (setara)
  4. Penggabungannya disertai perubahan intonasi

Cara Membuat Kalimat Majemuk Setara: 
  1. Buatlah dua buah kalimat atau lebih yang mempunyai pola sama,
  2. Gabungkanlah kalimat-kalimat tersebut dengan menggunakan kata hubung.

Contoh:
Kalimat 1: Saya berumur 17 tahun
                   S             P              K
Kalimat 2: Saya bersekolah di SMA
                     S              P            K
Kalimat-kalimat tersebut akan dijadikan kalimat majemuk setara dengan menambahkan kata hubung “dan” diantara kedua kalimat tersebut:

Saya berumur 17 tahun, dan saya bersekolah di SMA.

2. Kalimat Majemuk Bertingkat

Kalimat majemuk bertingkat merupakan gabungan kalimat yang terdiri dari induk kalimat dan anak kalimat yang dihubungkan mengunakan kata hubung.

Ciri-Ciri Kalimat Majemuk Bertingkat:
  1. Kedudukan pola kalimat tidak sama atau tidak setara
  2. Menggunakan kata hubung tidak setara, contohnya “lalu”, “setelah”, “sebelum”, dsb.

Cara Membuat Kalimat Majemuk Bertingkat:
  1. Buatlah kalimat tunggal atau sebuah kalimat yang mempunyai pola dan arti yang luas terlebih dahulu.
  2. Kembangkanlah satu kalimat menjadi anak kalimat dengan ditambahkan kata hubung.

Contoh :
Shella akan menemui temannya besok
   S                   P       O          K
Kalimat tersebut dapat dijadikan kalimat majemuk bertingkat dengan memperluas keterangannya dengan menambahkan kata hubung “ketika”.

Shella akan menemui temannya esok ketika cuaca tidak mendung.
   S                   P            O             kata hubung       K


Kata Hubung

Berikut akan dijelaskan mengenai arti kata hubung dan contohnya:
Kata hubung atau yang biasa disebut dengan konjungsi adalah kata yang digunakan untuk menghubungkan kata dengan kata, kalimat dengan kalimat, atau paragraf dengan paragraf. 

Kata hubung memiliki beberap jenis, yaitu: 

a. Kata Hubung Antarklausa:
• Kata hubung untuk klausa sederajat, yaitu:
   atau, dan, tetapi, kemudian, lalu.
• Kata hubung untuk klausa tidak sederajat:
  bahwa, karena, ketika, jika, meskipun, apabila.  

b. Kata Hubung Antarkalimat: 
oleh karena itu, jadi, akan tetapi, dengan demikian. 

c. Kata Hubung Antarparagraf: 
namun, adapun, selain itu.


B. Menggabungkan Kalimat Menjadi Paragraf


Paragraf merupakan kalimat-kalimat yang saling berhubungan atu sama lain yang tersusun membentuk suatu gagasan atau ide. Suatu paragraf terdiri dari satu gagasan atau ide pokok yang terletak di awal atau akhir paragraf dan kemudian disusun dengan kalimat-kalimat pendukung untuk menguraikan gagasan atau ide pokok tersebut. 

Sebuah paragraf yang baik hendaknya memiliki ciri-ciri sebagai berikut:

a. Membentuk Kesatuan
membentuk kesatuan maksudnya adalah dalam sebuah paragraf sebaiknya hanya memiliki datu ide pokok atau gagasan yang terletak di awal atau akhir paragraf. Ide pokok tersebut selanjutnya diuraikan oleh kalimat-kalimat pendukung yang berkaitan dengan ide pokok. Kalimat pendukug tidak boleh memiliki ide diluar ide pokok guna menjaga kesatuan sebuah paragraf.

b. Membentuk Kepaduan
membentuk kepaduan maksudnya adalah kalimat-kalimat dalam suatu paragraf haruslah saling berkaitan satu sama lain yang saling menjelaskan satu ide pokok. Kalimat-kalimat tersebut haruslah logis antara kalimat yang satu dengan kalimat yang lain yang mendukung gagasan utama atau ide pokok untuk membentuk suatu kepaduan paragraf yang baik.

c. Membentuk Kelengkapan
Membentuk kelengkapan maksudnya adalah kalimat-kalimat pendukung yang menjelaskan ide pokok atau gagasan utama dalam sebuah paragraf sudah lengkap dan memuat berbagai hal yang menjelaskan ide pokok atau agagasan utama tersebut secara terperinci, sehingga membuat para pembaca dapat memahami dengan jelas isi dari paragraf tersebut.

Cara Menggabungkan Kalimat Menjadi Paragraf
Menggabungkan kalimat menjadi sebuah paragraf bukanlah hal yang sulit. Hal-hal yang harus dilakukan yaitu:
  1. Membuat kalimat yang memiliki makna umum untuk dijadikan sebagai kalimat utama (ide pokok),
  2. Membuat beberapa kalimat yang masih berhubungan dan dapat menjelaskan kalimat utama (ide pokok) yang akan dijadikan sebagai kalimat-kalimat pendukung,
  3. Menyusun kalimat-kalimat pendukung tersebut secara logis untuk menghasilkan suatu paragraf yang baik.
  4. Menambahkan kata hubung (jika perlu) di dalam paragraf untuk membuatnya terasa lebih halus ketika dibaca.

Contoh:
  1. Kalimat utama: Buah naga merupakan buah yang sehat untuk dikonsumsi.
    Kalimat pendukung:
  2. Buah tersebut memiliki banyak kandungan vitamin dan zat yang sangat bermanfaat bagi tubuh.
  3. Dengan mengonsumsi buah naga, seseorang akan terasa lebih sehat karena buah ini dapat menjaga kesehatan dan stamina.
  4. Buah ini juga dapat mencegah berbagai macam penyakit, seperti diabetes, osteoporosis, tekanan darah tinggi, kanker, dan berbagai penyakit lainnya.
  5. Buah naga seringkali digunakan oleh masyarakat sebagai terapi bagi orang yang sedang mengidap penyakit tertentu.

Kalimat utama di atas kemudian digabung dengan kalimat-kalimat pendukung dengan ditambah kata hubung. 

Buah naga merupakan buah yang sehat untuk dikonsumsi. Buah tersebut memiliki banyak kandungan vitamin dan zat yang sangat bermanfaat bagi tubuh. Dengan mengonsumsi buah naga, seseorang akan terasa lebih sehat karena buah ini dapat menjaga kesehatan dan stamina. Selain itu, buah ini juga dapat mencegah berbagai macam penyakit, seperti diabetes, osteoporosis, tekanan darah tinggi, kanker, dan berbagai penyakit lainnya. Oleh karena itu, buah naga seringkali digunakan oleh masyarakat sebagai terapi bagi orang yang sedang mengidap penyakit tertentu.





Nah, demikianlah artikel kali ini mengenai cara menggabungkan kalimat menjadi kalimat majemuk dan paragraf yang padu. Intinya, setiap kalimat bisa dikembangkan menjadi kalimat majemuk dan paragraf, tetapi harus sesuai dengan kaidah yang berlaku. 

Baiklah, sampai di sini perjumpaan kita kali ini mengenai kaidah penggabungan kalimat, semoga artikel ini dapat bermanfaat untuk Sobat. Terimakasih telah membaca dan sampai jumpa pada artikel menarik lainnya.
Kaidah Menggabungkan Kalimat Sesuai EYD | aria nugraha | 5